Sabtu, 27 November 2021

Wakil Ketua Komisi IX DPR : Ketua BPOM Membohongi Publik

17 April 2021
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena (Foto : Jaka/Man)

Jangkauan-Jakarta. Polemik vaksin nusantara yang diprakarsai mantan Menkes Terawan Agus Putranto tetap bergulir. Sebelumnya Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (17/4) menyoroti sikap sejumlah anggota DPR yang seakan memaksakan izin uji klinis tahap II untuk vaksin Nusantara.  

Lihat : https://www.jangkauan.com/idi-ingatkan-dpr-jangan-sampai-ambilalih-kerja-bpom/

Kini giliran Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mengkritik pernyataan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito yang tak mengizinkan uji klinis tahap II vaksin Nusantara. Menurutnya, Penny telah membohongi publik dan peneliti dengan pernyataannya tersebut. 

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/bpom-vaksin-nusantara-tidak-memenuhi-kaidah-klinis/

Pernyataan keras Melki mengacu pada hasil kesimpulan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IX dengan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, Terawan, dan sejumlah peneliti pada Rabu (10/3).

Hasil kesimpulan rapat tersebut, Melki mengatakan, BPOM diminta untuk segera mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis tahap IIvaksin Nusantaraselambat-lambatnya pada 17 Maret 2021. Inilah yang membuat ia menilai bahwa Penny telah berdusta.

“Ketika Bu Penny sebagai Kepala Badan POM menjelaskan kepada publik kan mendramatisasi seolah-olah ini (vaksin Nusantara) berbahaya, dengan 71 persen dia gambarkan itu berisioko dan sebagainya. Kan itu sudah kita bahas di DPR RI dan tidak ada masalah,” ujar Melki dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (17/4) seperti dilansir dari republika.

Setelah pernyataan BPOM yang tak mengizinkan vaksin Nusantara untuk dilanjutkan ke tahap II uji klinis, Melki mengaku langsung berkomunikasi dengan para peneliti. Ia menyebut para peneliti nelangsa atau sedih. 

“Mereka (peneliti) bilang gini, ‘kok bisa ya Kepala Badan POM itu menipu publik ya, data yang kami berikan A dibilang menjadi B’, gitu loh dan membuat publik menjadi khawatir dengan vaksin Nusantara, ini bisa masuk kategori pembohongan publik,” ujar Melki. 

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/anggota-dpr-jadi-relawan-vaksin-nusantara/

Menurutnya, DPR bukanlah pihak yang membuat kekisruhan perihal vaksin Nusantara. Apalagi saat ini, mulai timbul isu-isu miring terkait dukungan lembaga legislatif  kepada vaksin berbasis sel dendritik itu yang membuat nama DPR tercoreng.

“Nah itu orang yang mulai menduga-duga gara-gara urusan bisnis,” ujar politikus Partai Golkar. 

Sudah sewajarnya, kata Melki, vaksin Nusantara yang diteliti oleh anak dalam negeri didukung sepenuhnya. Apalagi jika nantinya berhasil, harga vaksin tersebut relatif dapat dibandingkan dengan vaksin-vaksin lain yang sudah beredar. 

“Dan jangka panjang, kalau ini sekali suntik kan bagus banget nih. Bukan cuma Indonesia, dunia akan sangat terbantu biar pandemi ini selesai,” ujar Melki. 

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/aburizal-bakrie-disuntik-vaksin-nusantara/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments