Rabu, 19 Januari 2022

TNI AL : Tidak Benar KRI Nanggala Kelebihan Muatan

28 April 2021
Ilustrasi ruang torpedo kapal selam. Saat kejadian, Nanggala membawa tiga dari delapan torpedo yg harusnya dibawa (Foto : Istimewa)

Jangkauan-Jakarta. Usai KRI Nanggala 402 tenggelam dengan seluruh awaknya dinyatakan gugur, muncul beberapa kabar miring tentang insiden tenggelamnya kapal selam ini. Salah satu yang beredar bahwasanya Kapal Selam KRI Nanggala 402 kelebihan muatan dan personel.

Menanggapi isu tersebut, TNI AL melalui Asisten Perencanaan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (Asrena KasaL) Laksamana Madya TNI Muhammad Ali  mengatakan kalau kabar atau dugaan itu sama sekali tidaklah benar.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/kri-nanggala-terbelah-tiga-53-awak-dinyatakan-gugur/

“Menyampaikan bahwa KRI Nanggala ini kelebihan muatan atau kelebihan personel pengawak. Ini sama sekali tidak benar dan tidak berdasar,” tutur Asrena Kasal saat konferensi pers di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) Cilangkap, Jakarta, Selasa (27/4/2021) seperti dilansir dari sindonews.

Menurut Asrena Kasal, angka 33 tersebut adalah jumlah tempat tidur di dalam KRI Nanggala 402. Dibuat dari Jerman memang 33 tempat tidur. Sedangkan jenis kapal selam 209 ada berbagai jenis. KRI Nanggala 402 saat bertugas terbagi menjadi tiga shift. Angka 33 Itu jumlah tempat tidur bukan kelebihan muatan.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/tni-al-siapkan-2-skenario-evakuasi-nanggala-dari-kedalaman-850-m/

Dia menuturkan, sekelompok pengamat yang mengatakan hal itu tidaklah pernah mengawaki kapal selam. Bahkan, sambungnya, sudah menjadi hal biasa bahwasanya satu unit kapal selam membawa sekitar 50 personel.

“Kalau tugas penyusupan kita membawahi plus satu regu pasukan khusus. Satu regu itu tujuh orang, jadi sekitar 57 orang,” paparnya.

Sementara itu, ketika tragedi KRI Nanggala 402 beberapa waktu lalu, pihaknya hanya membawa 53 orang. Menurut dia, ketika kejadian, hanya tiga torpedo yang dibawa, sedangkan kapasitas kapal selam buatan Jerman Barat itu mencapai delapan torpedo.

“Saat kejadian hanya membawa tiga buah torpedo, padahal kapal selam ini didesain membawa delapan torpedo. Satu torpedo beratnya hampir 2 ton,” ungkapnya.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/armada-kapal-nato-pernah-dikelabui-cakra-saudara-kembar-nanggala/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments