Selasa, 19 Oktober 2021

TNI AL Siapkan 2 Skenario Evakuasi Nanggala Dari Kedalaman 850 m

25 April 2021
Ilustrasi Kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 (Foto: Pixabay)

Jangkauan-Denpasar. Hingga Sabtu (24/4/2021) malam, TNI AL didukung bantuan unsur lain termasuk dari beberapa negara yang sudah tiba di Bali, tetap melakukan pencarian dan koordinasi untuk mencari tahu posisi keberadaan KRI Nanggala 402.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono menyatakan status yang sebelumnya adalah submiss ditingkatkan menjadi fase subsunk atau fase tenggelam, karena berdasarkan hasil pencarian ditemukan benda-benda yang diyakini berasal dari dalam kapal selam tersebut.

Kasal menyebutkan barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi terakhir kapal selama TNI AL ini berada adalah pelorus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, pelumas periskop kapal selam, alas untuk awak kapal selam melakukan salat, tumpahan solar dan spons. Dia mengatakan benda tersebut diyakini milik KRI Nanggala berdasarkan keterangan dari mantan anak buah kapal dan komunitas kapal selam.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/panglima-tni-kri-nanggala-masuki-fase-tenggelam/

https://www.jangkauan.com/begini-misi-rumit-penyelamatan-kru-kapal-selam/

Meski demikian TNI terus mengupayakan evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui nasib 53 kru sekaligus mengungkap penyebab kapal tenggelam.  

“Seluruh unsur bekerja keras dan akan terus berjuang,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai Bali, Sabtu (24/4/2021). 

Kasal mengakui evakuasi pengangkatan kapal sangat riskan dan memiliki tingkat kesulitan tinggi. Setelah dilakukan upaya pencarian selama tiga hari, KRI Nanggala-402 terdeteksi tenggelam di kedalaman 850 meter. Namun demikian, keberadaan pasti kapal selam tersebut masih belum diketahui. Kedalaman ini cukup riskan.

“Unsur-unsur kami yang melaksanakan pendeteksian dan unsur-unsur lain akan berusaha keras, karena kedalaman laut yang dideteksi adalah kedalaman 850 meter,” katanya.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/mengenang-tragedi-kapal-selam-rusia-kursk/

Kasal menambahkan, TNI AL dan tim penyelamat sedang menyiapkan skenario evakuasi kapal yang kini dalam pembahasan agar sesuai standar The International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (Ismerlo).

Skenario evakuasi pertama menggunakan metode embusan, yaitu memasukkan selang pada pipa yang terdapat pada kapal selam yang mana akan mengangkat naik kapal selam tersebut. Skenario kedua diangkat menggunakan robot yang bisa dilakukan salah satunya oleh kapal milin Singapura yakni MV Swift Rescue.

“Swift Rescue punya Singapura juga memiliki kapal selam mini sebagai robot di bawah itu untuk memasang peralatan,” ujar Yudo.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/awak-kapal-selam-dididik-untuk-terima-tekanan/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments