Sabtu, 16 Oktober 2021

TNI Akan Tangkap Hidup atau Mati KKB yang Lecehkan Nakes Wanita

18 September 2021
Teroris KKB menyerang TNI-Polri hingga membakar fasilitas umum. (Foto: Polda Papua)

Jangkauan-Papua. Sepuluh tenaga kesehatan (nakes) di Papua menjadi korban kekejian teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) telah dievakuasi TNI ke Jayapura. Kini, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono memerintahkan agar personel TNI menangkap KKB itu dalam kondisi hidup atau mati.

Hal itu ditegaskan oleh Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi. Menurutnya, Kodam XVII/Cenderawasih telah mengirimkan tambahan pasukan untuk melaksanakan pengamanan serta pengejaran terhadap para pelaku di wilayah Distrik Kiwirok dan sekitarnya.

“Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, telah memberikan perintah agar personel TNI yang berada di Distrik Kiwirok Kompleks untuk melaksanakan pengejaran dan penangkapan baik hidup ataupun mati terhadap para pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” kata Bambang dalam keterangan tertulis Puspen TNI, Jumat (17/9/2021).

Bambang mengatakan bahwa atas instruksi Pangdam, Kodam XVII/Cenderawasih memberikan bantuan berupa bahan makanan kepada masyarakat Distrik Kiwirok. Hal itu bertujuan membantu meringankan beban hidup masyarakat setempat karena logistik yang ada telah dibakar oleh KKB sehingga masyarakat tidak dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/gubernur-papua-minta-cari-nakes-hilang-akibat-serangan-kkb/

Lalu, Bambang menilai KKB telah melakukan tindakan di luar batas kemanusiaan. Dia pun menyampaikan duka yang mendalam dan rasa prihatin untuk para korban dan keluarganya.

“Mereka yang sudah mengabdikan diri, meninggalkan keluarga untuk bertugas di daerah terpencil dalam rangka melayani, membantu dan merawat masyarakat yang sakit tetapi mereka justru yang menjadi korban,” ucapnya.

“Keluarga besar Kodam XVII/Cenderawasih turut berduka yang mendalam atas meninggalnya tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang akibat kekejaman, kekejian, kebiadaban dan kebrutalan serta mengutuk tindakan KST yang sudah melampaui batas kemanusiaan dan kejadian ini merupakan bukti nyata dan tidak terbantahkan kalau selama ini mereka memutarbalikkan fakta atas kejadian-kejadian yang ada di Provinsi Papua,” tambahnya.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/komandan-operasi-kkb-tewas-saat-kontak-senjata-di-kiwirok-papua/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments