Sabtu, 27 November 2021

Ternyata, TNI AL Rutin Gelar Latihan Penyelamatan Kapal Selam

23 April 2021
Proses evakuasi korban saat latihan penyelamatan kapal selam 2020 di Pantai Situbondo Jatim (Foto: Koarmada II)

Jangkauan-Jakarta. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) ternyata memiliki kesiapan dan antisipasi menghadapi situasi terburuk dalam mengoperasionalkan seluruh alut sistanya termasuk saat pengoperasian kapal selam.

Dari mesin pencarian google dengan kata panggilan “ Latihan Penyelamatan  Kapal Selam” ditemukan beberapa data latihan yang pernah diselenggarakan TNI AL dalam menghadapi situasi terburuk apabila kapal selamnya bermasalah.

Latihan terbaru tercatat pada Selasa, 20 Oktober 2020. Latihan Penyelamatan Kapal Selam 2020 ini diselenggarakan Satuan kapal selam Koarmada II dengan manuver lapangan di perairan Pasir Putih Situbondo.

Latihan yang dipimpin Dansatsel Koarmada II Kolonel Laut (P) M. Iwan Kusuma melibatkan beberapa kekuatan unsur Laut diantaranya KRI Pulau Rengat-711, KRI kelas Rigel-933, 1 heli Panther, 1 tim SAR Dislambair Koarmada II dan 1 tim combat SAR Satkopaska Koarmada II. Ditambah kekuatan unsur udara yaitu Pesud Boeing 737, dan Pesud Cassa 212.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/breaking-news-kapal-selam-nanggala-loss-contact-di-perairan-bali/

“ Saat latihan diskenariokan, KRI Nagapasa-403 sebagai unit tempur Kogaslagab melaksanakan pengintaian terhadap musuh. Namun nahas, kapal selam mengalami kedaruratan (Distressed Submarine) akibat terkena ranjau laut di sekitar perairan Selat Madura, dan jatuh hingga kedalaman 30 meter. Selanjutnya Nagapasa mengirimkan distress signal dengan harapan dapat diketahui posisinya “ kata Kolonel Iwan saat pelaksanaan latihan tersebut.

Info ini ditindaklanjuti  dengan memerintahkan unsur-unsur Satgasla yaitu KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Rigel-933, serta pesawat udara Satgasduk SAR untuk melaksanakan pencarian posisi kapal selam yang mengalami kedaruratan.

“ Disimulasikan kru kapal selam yang mengalami kedaruratan berusaha melaksanakan prosedur tower escape karena keterbatasan Oksigen serta makin bertambahnya kadar karbondioksida di dalam kapal selam. Tiba di permukaan laut, kru kapal selam melaksanakan prosedur surface survival dan pesawat udara berhasil mendeteksi keberadaan kru berdasarkan pengamatan visual serta posisi yang diberikan oleh kapal selam. Selanjutnya pesawat udara melaporkan posisi tersebut kepada Dansatgasduk SAR dan unsur-unsur kapal permukaan “ pungkasnya.

Dalam setiap lathan penyelamatan kapal selam, sebelum manuver lapangan, para prajurit TNI AL dan unsur lain sebagai pelaku latihan dibekali materi lengkap terkait prosedur penyelamatan kapal selam. Mereka dibekali pengetahuan dasar seperti pemahaman keadaan darurat yang dialami sebuah kapal selam.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/save-nanggala-402-2-kapal-malaysia-dan-singapura-otw-bali/

Berdasarkan terminologi khusus dalam SAR kapal selam ditandai dengan Distressed Submarine (Dissub) / kapal selam mengalami keadaan darurat, selanjutnya yang harus dilakukan adalah upaya atau cara penyelamatan diri awak kapal selam untuk keluar dari kapal tanpa bantuan dari luar.

” Selain itu, metode penyelamatan awak kapal selam dengan memindahkan awak kapal tersebut ke kapal rescue/recovery menggunakan sarana diving bell. Dalam tahap recovery, proses pengangkatan/ penyelamatan  escapees  (awak kapal selam) dari laut untuk penanganan medis atau perawatan” kata Komandan Kapal Selam KRI Nagapasa-403, Letkol Laut (P) Harry Setyawan selaku Perwira Operasi Latihan (Paopslat) saat pelaksanaan Latihan SAR kapal selam tanggal 27 Nopember s.d. 8 Desember 2017.

Menurut Letkol Harry, Escape/Rescue Gear Ship (EGS/RGS) Kapal yang ditunjuk/ditugaskan oleh OSKS untuk membawa perlengkapan pendukung SAR yang mungkin dibutuhkan untuk mendukung awak dissub sebelum diselamatkan tim rescue atau sebelum mereka harus  melaksanakan escape. Time to first rescue (TTFR) merupakan total waktu yang dibutuhkan dari Zero Time (dinyatakan kedaruratan) sampai dengan awak pertama berhasil diselamatkan.

Dari sumber yang sama, latihan penyelamatan kapal selam yang digelar TNI AL tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, kesiapan operasional dan keterpaduan unsur-unsur SAR kapal selam serta menguji doktrin dalam pelaksanaan operasi penyelamatan kapal selam.

Saat ini kapal selam Nanggala 402 milik TNI AL belum diketahui keberadaannya setelah dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021). KRI Nanggala 402 saat itu sedang mengikuti latihan penembakan torpedo di sekitar perairan Bali.

Masyarakat Indonesia berharap semoga kapal selam yang mengangkut 53 kru tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Kepedulian dunia internasional yang begitu besar, semoga juga menjadi pendorong semangat tinggi bagi tim SAR dalam melaksanakan tugasnya. #SaveNanggala402#.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/menhan-prabowo-resmikan-kapal-selam-alugoro-405/

https://www.jangkauan.com/mengenang-tragedi-kapal-selam-rusia-kursk/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments