Selasa, 19 Oktober 2021

Ternyata Pemberian Vaksin Nusantara Berbeda Dengan Sinovac

14 April 2021

Jangkauan-Jakarta. Hari ini, Rabu (14/4/2021), sejumlah anggota DPR menjadi relawan pemberian vaksin nusantara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Dari pantauan redaksi, ternyata terdapat perbedaan menyolok antara pemberian vaksin karya anak bangsa ini dengan vaksin lainnya yang didistribusikan resmi pemerintah seperti Sinovac atau AstraZeneca.

Bila kedua jenis vaksin yang disebut terakhir vaksin diberikan kepada penerima melalui injeksi jarum suntik (biasanya di melalui lengan) maka untuk vaksin nusantara, penerima vaksin hanya diambil sampel darahnya. Selesai itu disilahkan pulang.

Cara kerja  Vaksin Nusantara yang diprakarsai Terawan dibuat dengan mengeluarkan sel dendritik dari dalam tubuh, kemudian memasukkannya lagi. Cara mengeluarkan sel dendritik, ahli akan mengambil darah orang yang akan divaksin. Setelah diambil darahnya, relawan diperbolehkan pulang agar ahli dapat menumbuhkan sel dendritik di laboratorium.

Di dalam darah ada berbagai macam sel, dari sel darah merah, sel darah putih, termasuk sel prekursor dendritik.  Setelah darah diambil dari relawan atau orang yang akan divaksin, ahli kemudian akan menumbuhkan sel prekursor dendritik secara spesifik.  Jadi sel darah merah dipisakan, sel darah putih juga dihilangkan . Mereka (ahli) hanya berusaha menumbuhkan sel prekursor dendritik  yang ditumbuhkan di cawan laboratorium.

Pada sel prekursor tersebut, akan diberikan senyawa khusus agar bisa tumbuh menjadi sel dendritik. Pada masa inkubasi sekitar 2-3 hari diberikan antigen (ke sel dendritik). Jadi antigennya tidak disuntikkan ke orang, tapi diberikan langsung ke sel dendritik (di laboratorium)

Setelah sel dendritik beranjak dewasa dan sudah terpapar antigen, sel tersebut disuntikkan kembali ke relawan yang sama. Darah yang diambil dari relawan A, sel dendritiknya akan dikembalikan lagi ke A. Adapun sel dendritik adalah sel imun yang bertugas sebagai guru bagi sel B untuk memproduksi antibodi.

Anggota Tim Peneliti Vaksin Nusantara FK Undip/RSUP dr Kariadi, Yetty Movieta Nency mengatakan Vaksin Nusantara merupakan vaksin pertama di dunia yang menggunakan pendekatan dendritik ini.

Pendekatan ini membuat vaksin tidak memiliki kandungan virus corona (yang sudah dilemahkan) yang ikut disuntikkan dalam tubuh pasien seperti vaksin yang lain. “Penelitian vaksin Covid-19 di dunia ini kan ada sampai 200-an kelompok penelitian ya. Tapi setahu saya vaksin dengan pendekatan dendritik, ini adalah yang pertama di dunia,” ujar Yetty beberapa waktu lalu.

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/anggota-dpr-jadi-relawan-vaksin-nusantara/


berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments