Rabu, 22 September 2021

Teknologi IoT Untuk Kelola Distribusi Vaksin

10 March 2021
Vaksin Sinovac (Foto : Kompas.com/ALWI)

Jangkauan-Jakarta. Covid-19 siap pakai produksi Sinovac akan dikirim ke Indonesia. Dilansir dari Kompas.com, Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 1,8 juta dosis vaksin, ditambah 15 juta dosis dalam bentuk bahan baku. Sehingga saat ini Indonesia sudah mengamankan 168 juta dosis vaksin, dan akan terus bertambah menjadi 370 juta pada tahun 2022.

Jumlah tersebut akan dibagikan kepada 180 juta penduduk, yang setiap orang akan mendapatkan minimal 2 dosis vaksin diberikan secara periodik agar tubuh penerima vaksin mampu melawan infeksi Covid-19. Karena itulah diperlukan teknologi untuk melakukan pelacakan agar pemberian vaksin bisa tepat sasaran dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Program vaksinasi ini akan disebarluaskan ke seluruh wilayah di Indonesia. Namun kondisi geografis Indonesia sebagai negara maritim dengan 17.500 pulau dan sekitar 270 juta penduduk tentu memiliki tantangan tersendiri.

Selain tantangan luas wilayah dan besaran penerima vaksin, Indonesia merupakan negara tropis dengan suhu cenderung tinggi sepanjang tahun, yang menurut The International Air Transport Association (IATA) menjadi penyebab 25 persen kegagalan vaksin tetap efektif.

Hal ini disebabkan oleh distribusi vaksin yang membutuhkan rangkaian distribusi suhu dingin atau biasa disebut cold chain, yang mengharuskan vaksin selalu berada di suhu dingin mulai dari pengiriman sampai dengan usia penyimpanannya. Seperti pada vaksin Sinovac, suhu yang disarankan adalah 2 hingga 8 derajat Celcius.

Oleh karena itu pada proses distribusi vaksin dibutuhkan sensor khusus untuk membantu tenaga kesehatan memonitor infrastruktur pendingin secara real-time, baik selama vaksin dalam pengiriman maupun penyimpanan.

Salah satu kontribusi teknologi yang membantu distribusi vaksin datang dari anak perusahaan Telkom di bawah pengelolaan parenting TelkomMetra, yakni PINS, yang memiliki teknologi untuk mengawal distribusi vaksin dengan sistem pelacakan dan monitor suhu melalui teknologi Internet of Things (IoT).

Untuk memastikan pengemudi tidak keluar dari rute yang sudah ditentukan, PINS menggunakan geofencing yang didukung jaringan satelit Global Positioning System (GPS) dengan parameter menggunakan koordinat.
Perangkat sensor yang digunakan PINS menggunakan baterai yang berasal dari kelistrikan kendaraan, yang akan berfungsi mandiri ketika terputus dari daya utama. Hal ini penting untuk memastikan sensor memonitor lokasi dan suhu dalam jangka waktu yang lama saat melakukan distribusi ke daerah terpencil.

Kendala jaringan yang kerap terjadi di daerah terpencil juga bisa ditangani dengan baik, karena sistem Asset Tracker PINS tetap mampu mengumpulkan data dalam kondisi offline dan mengirimkan log data begitu terkoneksi kembali dengan jaringan secara online.

(Sumber: https://money.kompas.com/read/2021/03/10/173700026/bagaimana-teknologi-iot-kelola-distribusi-vaksin-covid-19-ke-seluruh-indonesia?page=all)

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments