Selasa, 19 Oktober 2021

Setengah Milyar Data Pengguna Facebook Dilaporkan Bocor

4 April 2021
Halaman Facebook www.jangkauan.com (Foto: print screen FB )

Jangkauan-Menlo Park. Ada kabar kurang mengenakkan bagi para Facebookers. Pasalnya  lebih dari setengah milyar atau sekitar 533 juta data pengguna Facebook dilaporkan bocor, di antaranya adalah nomor telepon, nama lengkap, ID, lokasi, tanggal lahir, bahkan alamat email.

Pihak Facebook membenarkan telah terjadi kebocoran tersebut. Juru Bicara Facebook, menjelas bahwa kebocoran melanda data lama yang sebelumnya dilaporkan pada 2019.  “Kami menemukan dan memperbaiki masalah ini pada Agustus 2019,” jelas Facebook dilansir BBC, Minggu (4/4/2021).

Dilaporkan ada 106 negara yang terkena imbas kebocoran tersebut. Kebocoran terjadi di Amerika Serikat hingga lebih dari 32 juta  pengguna, 11 juta pengguna di Inggris, dan 6 juta pengguna di India. Sementara di Indonesia terkena lebih dari 130 ribu.

Kebocoran data facebook karena hacker ini juga diamini kepala teknologi firma intelijen kejahatan siber Hdson Rock, Alon Gal yang membeberkan peristiwa itu lewat akun Twitter-nya, Sabtu (3/4/2021).

“Semua 533.000.000 data Facebook yang terekam itu telah bocor dan disebar gratis. Artinya, jika Anda memiliki akun Facebook, ini pastinya nomor telepon yang digunakan sudah bocor,”  kata Alon Gal.

Sebelumnya Gal mengabarkan setidaknya 32 juta akun asal Amerika Serikat, dan 20 juta akun asal Prancis terdampak kebocoran Facebook tersebut. “Oknum-oknum jahat tentut akan menggunakan informasi [data pribadi yang bocor] untuk rekayasa sosial, scammng, hacking hingga marketing” ujar Gal.

Facebook mengaku sudah menambal kerentanan tersebut, meskipun malah menimbulkan potensi kebocoran. Jadi, ketika di luar dari jaringan Facebook, perusahaan tak memiliki kekuatan lebih untuk menghentikan penyebarannya secara daring.

Meski sudah terjadi dua tahun lalu, data pengguna Facebook yang bocor dapat memberikan informasi berharga bagi penjahat siber yang menggunakan informasi pribadi seseorang untuk menyamar atau melakukan penipuan.

Sebagai informasi, kejadian kebocoran ini bukanlah kali pertama yang terjadi di media sosial terbesar di dunia tersebut. Pada 2016 silam, sebuah skandal Cambridge Analytica mencuat soal penggunaan data pribadi jutaan pengguna Facebook untuk target iklan politik.

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments