Selasa, 19 Oktober 2021

Sekolah Tatap Muka Diakselerasi dengan Vaksinasi dan BOS

2 April 2021
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Istimewa)

Jangkauan-Jakarta.  Sehubungan dengan rencana pemerintah untuk membuka sekolah tatap muka pada Juli 2021, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan akselerasi pembukaan sekolah tatap muka terbatas tersebut akan diakselerasi dengan vaksinasi dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Selain itu, Mendikbud menjelaskan, opsi yang harus dilakukan di masa pandemi Covid-19 saat ini adalah sekolah harus dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita harus hidup dengan pandemi Covid-19. Jadinya mau tidak mau saya kira tidak punya opsi lagi. Kita harus mulai melaksanakan sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya pada dialog FMB9 Rindu Pembelajaran Tatap Muka, secara daring, Kamis (1/4) seperti dilansir dari sindonews.com.

Mendikbud menjelaskan, dari segi kesiapan ada dua hal yang dilakukan untuk mengakselerasi pembukaan tatap muka terbatas. Pertama, katanya adalah akselerasi vaksin yang diprioritaskan untuk guru dan tenaga pendidik.

“Pak presiden sudah berkomitmen usahakan di akhir bulan Juni sampai bulan Juli itu, sudah semua guru dan dosen kita dan tenaga pendidik kita sudah divaksin. Itu yang pertama,” jelasnya.

Akselerasi kedua, jelasnya, adalah dana BOS yang sudah diberikan fleksibilitas penuh untuk sekolah melakukan persiapan tatap muka. Baik itu untuk pembelian masker, untuk beli peralatan sanitasi, hand sanitizer dan juga thermogun.

“Jadinya harusnya prioritas daripada semua dana BOS adalah untuk melaksanakan tatap muka itu. Jadi itu kira-kira persiapannya,” pungkas Nadiem.Sebelumnya diberitakan, setelah lebih dari setahun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah terganggung akibat pandemi Covid, Pemerintah pusat akhirnya memberi sinyal terbukanya kembali pembelajaran tatap muka (offline) secara terbatas yang dimulai pada Juli 2021.

Hal itu disampaikan Menko PMK, Muhadjir Effendy, dalam Pengumuman Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang disiarkan YouTube Kemendikud RI, Selasa (30/3/2021).

Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag).

Mendikbud dalam keterangan persnya yang disampaikan secara daring, Selasa (30/03/2021), mengungkapkan melalui SKB Empat Menteri ini pemerintah mendorong akselerasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini juga sejalan dengan akselerasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments