Sabtu, 27 November 2021

Save Nanggala 402 : 2 Kapal Malaysia dan Singapura OTW Bali

23 April 2021
Kapal penyelamat MV Swift Rescue dari Singapura (foto: Istimewa)

Jangkauan-Jakarta. Sebagai bentuk kepedulian dan kerjasama apik yang terjalin dengan Indonesia selama ini, Malaysia dan Singapura segera merespon terjadinya musibah hilang kontaknya kapal selam Nanggala 402 dengan masing-masing mengirimkan kapal penyelamat. Dua kapal penyelamat  MV Mega Bakti dari Malaysia dan MV Swift Rescue dari Singapua saat ini sedang berlayar/ On The Way (OTW) menuju Bali.

Kapal penyelamat Malaysia MV Mega Bakti bergerak menuja perairan Bali untuk bergabung dalam operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala-402, Kamis (22/04/2021). Kapal ini membawa 54 personel yang terdiri dari tujuh pegawai dan anggota Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) serta tiga pegawai ATM dan 44 awak kapal MV Mega Bakti yang akan terlibat dalam operasi pencarian.

Kapal MV Mega Bakti Adalah kapel sewaan TLDM yang mempunyai kemampuan utama melaksanakan SAR untuk kapal selam. Kapal ini juga terlibat pencarian atas hilangnya pesawat MH370 di Samudera Hindia pada 2014.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/breaking-news-kapal-selam-nanggala-loss-contact-di-perairan-bali/

Sementara itu, Kapal penyelamat MV Swift Rescue dari Singapura, Rabu (21/4/2021) sudah berlayar menuju perairan Bali dengan estimasi perjalanan selama tiga hari perjalanan.

MV Swift Rescue merupakan kapal teknologi yang dioperasikan Angkatan Laut Singapura ini memiliki kemampuan Submarine Escape and Rescue (SMER) yang dilengkapi diantaranya Submarine Rescue Vehicle (SRV) bernama Deep Search and Rescue Six (DSAR 6) yang diperasikan terintegrasi dengan Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV).

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/menhan-prabowo-resmikan-kapal-selam-alugoro-405/

https://www.jangkauan.com/mengenang-tragedi-kapal-selam-rusia-kursk/

Selain itu ada juga wahana robotik yang dikendalikan jarak jauh Remotely Operated Vehicle (ROV) sebagai garda terdepan menyelidiki dasar laut hingga kedalaman 500 meter. Kapal ini juga dilengkapi landasan pacu helikopter di atas dek untuk kebutuhan transportasi lebih cepat.

Indonesia sendiri mengerahkan lima kapal perang dan satu helikopter TNI AL sedang melaksanakan operasi pencarian. Kelima kapal tersebut meliputi KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan Helly Panther.

KRI Rigel 933 yang merupakan kapal survei hydro oseanografi juga sedang menuju lokasi. Kapal ini memiliki kemampuan deteksi bawah air. Kapal ini juga yang digunakan untuk beberapa operasi SAR yang lalu, seperti saat kejadian jatuhnya pesawat Lion Air di Tanjung Karawang dan Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu. KRI Rigel, menurut Mayjen TNI Achmad Riad, diperkirakan tiba di lokasi pada Jumat (23/04) pukul 11.00 WITA.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/tni-al-bangun-stasiun-bantu-kapal-selam-di-natuna/

https://www.jangkauan.com/inilah-profil-kapal-selam-terbaru-indonesia-kri-alugoro-405/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments