Sabtu, 16 Oktober 2021

Roket 40 Laras Marinir Hebohkan Kota Sorong Papua Barat

20 May 2021
2 unit Roket 40 ;laras RM 70 Grad milik Marinir yang menghebohkan kota Sorong (Foto :Dispen Kormar)

Jangkauan-Sorong. Masyarakat Kota Sorong mendadak heboh seketika melihat iring-iringan 2 Kendaraan Khusus (Ransus)  RM 70 GRAD MLRS (Multiple Luncher Rocket System) yang melintas di jalan Poros Sorong-Klamono, bagaimana tidak fenomena ini merupakan kali pertama masyarakat Kota Sorong menyaksikan langsung iring-iringan Kendaraan Khusus tempur milik TNI AL Korps Marinir yang memiliki peluncur roket ganda berjumlah 40 laras atau 40 tabung pelontar.

Fenomena konvoi Ransus tersebut merupakan rangkaian dari Pergeseran Material (Sermat) yang di laksanakan Resimen Artileri 3 Marinir “Laba-Laba Hitam” Pasmar 3 dari Mako Lantamal XIV Sorong menuju Sarang Petarung Marinir Laba-Laba Hitam Katapop, Rabu (19/05/2021).

“K egiatan iring-iringan kendaraan ini merupakan pergeseran material Ransus tempur yang sebelumnya melaksanakan Debarkasi dari LST KRI Teluk Bintuni-520 pada Jumat 14 Mei 2021 dini hari lalu” kata Komandan Resimen Artileri 3 Marinir (Danmenart 3 Mar) Letkol Mar Idha Mochammad Basri S.E.,M.M melalui release yang diterima jangkauan.com.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/jenderal-marinir-bertambah-1-mayjen-dan-4-brigjen/

https://www.jangkauan.com/kontingen-garuda-marinir-berhasil-rebut-simpati-masyarakat-lokal/

Menurut Basri, selain sebagai pergeseran material kegiatan ini juga untuk memperkenalkan Alutsista milik Resimen Artileri 3 Marinir kepada masyarakat wilayah Sorong Papua Barat, dengan harapan agar masyarakat mengetahui bahwa Korps Marinir TNI AL dalam menjaga keutuhan NKRI mengutamakan profesionalitas baik prajurit maupun material.

Kegiatan pergeseran material tempur andalan Korps Marinir TNI AL ini melibatkan  Batalyon Intai Amfibi 3 Marinir dengan 3 Kendaraan Taktis (Rantis) P6 Atav sebagai pengawalan dan pengaman rute  Dalam pelaksanaan pengawalan, 2 unit P6 Atav berada di depan RM 70 Grad dan 1 unit P6 Atav berada di barisan paling belakang. Untuk RM 70 Grad sendiri di awaki 4 personel sebagai awak pucuk yang terdiri 1 Komandan Pucuk (Dancuk), 1 Pembidik, 1 Pembantu Pembidik dan 1 sebagai pengemudi.

“Menjadi satu-satu nya di wilayah Papua kini Resimen Artileri 3 Marinir khususnya Batalyon Roket 3 Marinir mempunyai punggawa kekuatan baru dengan kehadiran kendaraan khusus RM 70 GRAD MLRS yang di juluki THE KING OF BATTLE,” tegas Danmenart 3 Marinir.

Turut mengikuti kegiatan tersebut Asrena Danpasmar 3 Kolonel Mar Anjas Wicaksnono Putro, M.Tr.Hanla, Asintel Danpasmar 3 Kolonel Mar Profs Dhegratmen SA, M.Tr,Hanla, Asops Danpasmar 3 Kolonel Mar I Gede Edy Supryadi, M.Tr.Hanla, Aspers Danpasmar 3 Kolonel Mar Kusyuwono, S.H. dan Danyontaifib 3 Marinir Letkol Mar Achmad Yulianto, M.Tr.Opsla.

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/sabtu-pagi-ratusan-marinir-menyerbu-dabo-singkep/

https://www.jangkauan.com/viral-tank-marinir-derek-truk-mogok-di-jalanan-berlumpur/

RM 70 Grad kaliber 122mm Dirancang oleh konsorsium DMD group. RM70 Grad mengadopsi platform Truk Tatra 813 Kolos 88, punya 40 tabung peluncur. Bobot tiap peluncur tipe 9P-152 sekitar 23 kg dengan panjang sekitar 3 meteran. Lebar tiap jajar yang berisi 10 peluncur adalah 1,45 meter.

Sementara tinggi total empat jajar peluncur adalah 0,576 meter. Dengan menyertakan sistem perangkai, bobot total rangkaian peluncur RM70 dalam kondisi kosong adalah 2,31 ton. Inilah self propelled pertama di lingkungan TNI yang berpenggerak 8×8.

Selain punya mobilitas tinggi, peluncur roket tadi dapat diputar hingga membentuk sudut 70 derajat (kanan) dan 102 derajat (kiri) terhadap garis sumbu karoseri truk. Dalam operasionalnya, tabung peluncur dioperasikan dengan sistem kendali penembakan Kapustnik B dan perangkat picu tembakan 9V-170. Kedua sistem tersebut berada di dalam kabin pengemudi.

Tapi sistem peluncur dapat pula dioperasikan dari jarak jauh dengan dukungan remote control yang terhubung dengan kendaran pengangkut senjata lewat kabel pemicu tembakan sepanjang 64 meter. Untuk itu tenaga listriknya dipasok dari dua unit akumulator (aki) bertegangan 24 volt.

Dalam sebuah operasi militer untuk merebut daerah yang dikuasi lawan, tembakan pertama memang dilancarkan oleh tank-tank amfibi yang baru saja mendarat di pantai. Lalu berikutnya resimen artileri yang akan ambil bagian. Selain mengandalkan meriam Howitzer LG-1 MK II kaliber 105mm, sudah barang tentu unsur deteren juga ditampilkan, tak lain RM70 Grad.

Menyadari bahwa truk platform pengusung RM70 tidak punya kemampuan amfibi, dalam gelar operasinya RM70 dibawa dari LPD (landing platform dock) ke pantai dengan menumpang LCU (landing craft utility).

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/satu-batalyon-marinir-akan-didaratkan-di-dabo-singkep/

https://www.jangkauan.com/misi-ke-ntt-marinir-diberangkatkan-dengan-hercules/

https://www.jangkauan.com/prajurit-marinir-tni-al-beradu-otot-di-atas-kapal-perang/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments