Selasa, 19 Oktober 2021

Puncak Arus Balik Diprediksi 16-17 dan 20 Mei 2021

14 May 2021
Ilustrasi arus balik lebaran (Foto : istimewa)

Jangkauan-Jakarta. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memprediksi arus balik kendaraan dan penumpang yang kembali usai melakukan mudik akan terjadi pada 16 dan 17 Mei 2021.

Potensi lonjakan penumpang dan kendaraan pada saat arus balik ini membuat Kemenhub meningkatkan kewaspadaan di hampir semua moda transportasi, termasuk udara. Budi pun mengingatkan seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi, termasuk bandara, untuk mengantisipasi potensi kenaikan jumlah penumpang pada arus balik Lebaran.

Salah satu fokus utama yang dipersiapkan adalah mengenai penerapan protokol kesehatan. Selain itu standar operasional untuk menangani lonjakan arus balik nantinya harus dijalankan dengan benar dan konsisten kepada penumpang yang akan berangkat maupun tiba.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/hari-1-larangan-mudik-pergerakan-transportasi-turun-drastis/

https://www.jangkauan.com/viral-pemudik-menangis-antara-empati-dan-tuntutan-tugas-seorang-aparat/

“Kami meminta kepada seluruh petugas di bawah koordinasi satgas untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan dan SOP yang sudah ditetapkan baik untuk penanganan penumpang yang akan berangkat maupun yang akan datang,” ujar Budi dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.

Salah satu yang perlu disiapkan adalah ketersediaan ruang karantina bagi penumpang arus balik yang terindikasi positif Covid-19. Ruang karantina perlu disiapkan untuk menampung jika ada calon atau penumpang yang terinfeksi virus Covid-19. Sebabnya menurut hasil tes acak saat pelarangan mudik terdapat sebanyak 4.123 yang berstatus positif Covid-19.

“Mereka yang harus melakukan karantina harus dipersiapkan pula ruangannya. Jumlah ketersediaan ruang karantina harus dipastikan tersedia bagi penumpang yang hendak pulang saat arus balik nanti,” tutur Budi.

Selain itu, Menhub juga menyampaikan bahwa Kemenhub telah meniadakan sementara penerbangan carter (sewa) dari luar negeri. Penghentian ini dilakukan sampai dengan 17 Mei  atau periode akhir larangan mudik. Budi memastikan akan ada langkah evaluasi terkait penerbangan carter saat larangan mudik berakhir. “Dan akan dilakukan evaluasi sebelum dibuka kembali,” tutur Menhub.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/ngotot-mudik-ribuan-kendaraan-diputar-balik/

https://www.jangkauan.com/menhub-sidak-arus-mudik-terjadi-penurunan-90-persen/

Sementara itu Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, puncak arus balik atau puncak perjalanan pasca-Lebaran 2021 diperkirakan terjadi pada 16 Mei dan 20 Mei 2021.

“Kami melihat di survei yang kami lakukan perjalanan pasca-Lebaran (arus balik) ini diprediksi terjadi lonjakan pada H+3 dan H+7 Lebaran. Atau sekitar 16 Mei dan 20 Mei 2021,” ujar Adita dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan YouTube BNPB, Kamis (13/5/2021).

Kendaraan-kendaraan tersebut nantinya akan melintasi berbagai akses jalan baik itu jalan tol, jalan arteri maupun jalan-jalan kecil lainnya. Antisipasi lainnya yakni merujuk pada perkembangan terakhir penularan Covid-19 di Sumatera.

“Karena Sumatera memiliki kecenderungan kasus yang meningkat, maka perlu diantisipasi dengan melakukan wajib testing rapid antigen atau genose di pintu pelabuhan Bakauheni,” kata Adita.

Adita mengungkapkan, hingga saat ini ada 1,5 juta orang yang keluar dari wilayah Jabodetabek. Sehingga, selama arus balik nanti, pemerintah akan mengantisipasi kembalinya sekitar 1,5 juta warga tersebut.

“Tentu kami ingin bisa mengendalikan terus pandemi ini dan mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus maka kami dari Kemenhub dan juga berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama telah menyepakati sejumlah langkah antisipasi tadi,” tambahnya.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/larangan-mudik-lokal-di-jabodetabek-ada-31-titik-penyekatan/

https://www.jangkauan.com/konflik-palestina-israel-indonesia-desak-dk-pbb-ambil-langkah/

https://www.jangkauan.com/indonesia-kirim-bantuan-penanganan-covid-19-ke-india/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments