Kamis, 26 Januari 2023

Presiden Minta BMKG Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

6 April 2021
Alat deteksi dini bencana Early Warning System (EWS) yang ditempatkan di daerah rawan bencana. (Foto : Antara/ Siswowidodo)

Jangkauan-Jakarta. Belajar dari kasus bencana di NTT dan NTB yang terjadi Minggu (4/4/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menggencarkan peringatan dini cuaca ekstrem akibat dari Siklon Tropis Seroja serta memastikan seluruh kepala daerah dan masyarakat dapat mengakses, memantau prediksi cuaca dan iklim tersebut.

“ Mereka harus tahu semuanya, sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya untuk menghadapi  ancaman risiko, baik itu angin kencang, bahaya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” kata Kepala Negara saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) membahas penanganan bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (06/04/2021).

Selama satu pekan terakhir, cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Seroja telah dirasakan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi yang mengalami dampak paling besar. Cuaca ekstrem tersebut memicu terjadinya bencana banjir bandang dan longsong di NTT dan NTB yang memakan korban jiwa dan harta benda cukup banyak.

Dalam rapat yang digelar melalui konferensi video ini, Presiden Jokowi menyampaikan lima arahan. Pertama, Kepala Negara menginstruksikan dilakukan percepatan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban yang belum ditemukan.

Kedua, Kepala Negara meminta jajaran terkait untuk memastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan pertolongan medis yang dibutuhkan oleh para korban. Untuk itu, Presiden menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengerahkan tim bantuan medis secepatnya sampai di lokasi.

Ketiga, jajaran terkait diminta untuk segera menangani dan memenuhi kebutuhan para pengungsi, mulai dari logistik hingga sanitasi. Disampaikan Presiden, pemerintah telah mengirimkan bantuan ke NTT dan NTB tetapi karena cuaca yang sangat ekstrem, bantuan tersebut belum dapat sepenuhnya menjangkau ke lokasi terdampak.

Keempat, Presiden menginstruksikan percepatan perbaikan infrastruktur penunjang yang rusak akibat bencana. Dan terakhir, Presiden meminta jajarannya untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi akibat cuaca sangat ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Indonesia. Salah satunya dengan menggencarkan peringatan dini cuaca ekstrem oleh BMKG.

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments