Sabtu, 27 November 2021

Presiden Jokowi Minta Israel Hentikan Agresi ke Palestina

16 May 2021
Serangan udara Israel di Gaza pada Sabtu (15/5/2021) (Foto : Reuters/Ibraheem Abu Mustofa)

Jangkauan-Jakarta. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara tegas meminta agar agresi yang dilakukan oleh Israel ke Palestina segera dihentikan. Agresi tersebut hingga kini telah menimbulkan ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

“Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang telah merenggut ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan,” ujar Presiden Jokowi dalam cuitan di akun Twitter resminya @jokowi, Sabtu (15/05/2021).

Perkembangan situasi di Palestina merupakan salah satu isu global yang terus menjadi perhatian Kepala Negara. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, Presiden Jokowi intens berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin negara sahabat.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/konflik-palestina-israel-indonesia-desak-dk-pbb-ambil-langkah/

https://www.jangkauan.com/presiden-jokowi-kecam-aksi-israel-di-yerusalem-dan-masjid-al-aqsa/

“In the last few days, I spoke to President of Turkey, Yang Dipertuan Agong Malaysia, PM of Singapore, President of Afghanistan, Sultan Brunei Darussalam and PM of Malaysia (Dalam beberapa hari terakhir, saya berbicara dengan Presiden Turki, Yang Dipertuan Agong Malaysia, Perdana Menteri Singapura, Presiden Afganistan, Sultan Brunei Darussalam, dan Perdana Menteri Malaysia),” ujar Jokowi dalam cuitan di akun twitternya tersebut.

Diungkapkan Kepala Negara, dalam pembicaraannya dengan sejumlah pemimpin dunia tersebut, selain soal kondisi warga Palestina di Jalur Gaza, dibahas juga sejumlah isu global lainnya.

“Kami berbicara tentang perkembangan global, termasuk tindak lanjut ASEAN Leaders’ Meeting, perkembangan di Afganistan, dan situasi yang sangat mencemaskan di Palestina,” ujar Presiden Jokowi.

Konflik Israel dan Palestina kembali memanas sejak Senin (10/5/2021). Israel terus membombardir Jalur Gaza dengan serangan udara dan peluru artileri pada Sabtu (15/5/2021). Israel meningkatkan pengerahan pasukan dan tank di dekat kantong Palestina yang terkepung.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/sri-mulyani-pemerintah-jaga-daya-tahan-umkm-di-tengah-pandemi/

https://www.jangkauan.com/menkeu-sri-mulyani-beberkan-anggaran-kesehatan-yang-besar/

Hingga Sabtu (15/5/2021) pagi setidaknya 137 warga Palestina, termasuk 36 anak-anak, telah tewas. Sementara itu sebanyak 920 orang cedera. Korban tewas diperkirakan akan meningkat, karena serangkaian serangan udara Israel lainnya menghantam kamp pengungsi Shati di Gaza yang menewaskan sedikitnya dua wanita, termasuk enam anak, sementara mengubur beberapa lainnya di reruntuhan.

Serangan udara lain juga dilaporkan melanda sebuah rumah di Khan Yunis. Ribuan keluarga Palestina telah berlindung di sekolah-sekolah yang dikelola Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Gaza utara untuk menghindari tembakan artileri Israel. PBB mengatakan, diperkirakan sekitar 10.000 warga Palestina telah meninggalkan rumah mereka di Gaza di tengah serangan Israel.

Meskipun ada seruan internasional untuk segera menghentikan semua permusuhan, termasuk dari Sekjen PBB Antonio Guterres, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji serangan itu akan berlanjut “sebagaimana diperlukan untuk memulihkan ketenangan di negara Israel”.

Hamas membalas serangan dengan menembakkan rentetan roket lagi ke arah Israel, menghantam kota Ashdod pada Sabtu pagi. Sedikitnya 9 orang di Israel juga tewas. Tentara Israel mengatakan, ratusan roket telah ditembakkan dari Gaza ke berbagai lokasi di Israel dan mereka telah menambahkan bala bantuan di dekat tanah timur “daerah kantong” itu.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/pemerintah-siap-tagih-piutang-dana-blbi-rp110454-triliun/

https://www.jangkauan.com/presiden-jokowi-rencana-kerja-2022-fokus-pemulihan-ekonomi/




berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments