Sabtu, 27 November 2021

Presiden Jokowi Kecam Aksi Israel di Yerusalem dan Masjid Al Aqsa

11 May 2021
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres/Rusman)

Jangkauan-Jakarta. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pengusiran paksa warga Palestina dari Sheikh Jarrah serta kekerasan terhadap warga Palestina yang terjadi di Masjid Al-Aqsa tidak bisa dibiarkan.

The forced eviction of Palestinians from Sheikh Jarrah, East Jerusalem, and use of force against Palestinian civilians in the Al-Aqsa Mosque must not be ignored (Pengusiran paksa warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, serta kekerasan terhadap warga Palestina yang terjadi di Masjid Al-Aqsa tidak bisa dibiarkan)” ujar Presiden dalam cuitan berbahasa Inggris yang diunggah di akun twitternya @Jokowi, Senin (10/0/2021).

Kepala Negara menegaskan, Indonesia mengecam keras tindakan tersebut. Indonesia juga meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah terhadap kekerasan berulang yang dilakukan oleh Israel.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/sri-mulyani-pemerintah-jaga-daya-tahan-umkm-di-tengah-pandemi/

https://www.jangkauan.com/menkeu-sri-mulyani-beberkan-anggaran-kesehatan-yang-besar/

“Indonesia mengecam keras tindakan tersebut dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah terhadap kekerasan berulang yang dilakukan oleh Israel,” tegasnya.

Ditambahkan Presiden, Indonesia akan terus mendukung rakyat Palestina. 

Untuk diketahui bentrokan di Yerusalem hari ini, Selasa (11/5/2021) melukai ratusan warga Palestina. Sekitar 150 di antaranya harus dirawat di rumah sakit akibat luka di wajah karena tertembak peluru karet atau terkena pecahan granat kejut. Sedangkan Israel menyatakan sembilan polisi terluka dalam bentrokan itu. Salah satunya dirawat.

Bentrokan terjadi setelah Kepolisian Israel melarang warga Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati Hari Kemenangan, yakni peringatan atas pendudukan timur Yerusalem oleh Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Tadinya warga Yahudi berencana melakukan pawai dengan membawa bendera mengelilingi Kota Tua dan wilayah Muslim, serta berakhir di Tembok Ratapan.

Ketegangan di Yerusalem sudah terjadi sejak akhir pekan lalu. Pemicunya adalah keputusan aparat keamanan Israel yang menutup akses ke Masjid Al-Aqsa. Hal itu menyulut amarah warga Muslim Palestina yang hendak melaksanakan tarawih dan iktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Selain itu, bentrokan juga dipicu keputusan Israel untuk menggusur wilayah pemukiman Muslim Palestina di Sheikh Jarrah, timur Yerusalem. Kini Israel memutuskan menunda rencana penggusuran.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/pemerintah-siap-tagih-piutang-dana-blbi-rp110454-triliun/

https://www.jangkauan.com/presiden-jokowi-rencana-kerja-2022-fokus-pemulihan-ekonomi/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments