Selasa, 19 Oktober 2021

Polemik Kehadiran Jokowi Pada Pernikahan Atta-Aurel

6 April 2021
Presiden Jokowi saat hadir di pernikahan Atta-Aurel (Foto : Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jangkauan-Jakarta.  Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pernikahan Atta-Aurel yang dilaksanakan di Hotel Raffles Jakarta, Sabtu (3/4/2021) hingga kini masih tetap memunculkan polemik. Masyarakat ada yang setuju, ada pula yang merasa kurang setuju dan kurang sreg dengan kehadiran Presiden pada pernikahan tersebut.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ade Irfan Pulungan menilai tak ada yang salah dengan kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara pernikahan Youtuber Atta Halilintar dan penyanyi Aurel Hermansyah.

Sebab, Irfan mengatakan, acara tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini ia sampaikan dalam merespons kritik masyarakat terhadap kehadiran Jokowi dalam acara pernikahan Atta-Aurel.  “Apa yang salah dalam kehadiran Pak jokowi di pernikahan Atta dan Aurel? Toh semuanya telah mematuhi protokol kesehatan,” kata Irfan Selasa (6/4/2021) seperti dikutip dari kompas.com.

Irfan mengatakan, Jokowi hadir dalam acara pernikahan dengan memakai masker dan disiplin menjaga jarak. Protokol kesehatan juga diterapkan oleh penyelenggara acara maupun tamu undangan. Selain itu, kata Irfan, Jokowi hadir karena penyelenggara dapat menggelar acara sesuai dengan prosedur standar yang ditentukan Istana Kepresidenan.

“Ketika orang ingin mengundang Presiden, tentu kan ada SOP-nya, ada peraturan, ada sistem yang harus diikuti oleh pengundang tersebut. Dalam kondisi Covid maupun tidak dalam kondisi Covid, tentu Paspampers dan protokol Istana akan melakukan pengecekan,” ujar Irfan.

Irfan juga menilai tidak ada yang salah dengan publikasi kehadiran Jokowi di pernikahan Atta-Aurel melalui akun media sosial resmi Kementerian Sekretariat Negara. Masyarakat mengkritik publikasi tersebut lantaran pernikahan Atta-Aurel dinilai tidak termasuk agenda kenegaraan. Sedankan Irfan berpandangan bahwa publikasi itu merupakan bentuk keterbukaan informasi.  “Memang enggak boleh dipublikasikan seperti itu? Itu kan bagian dari aktivitas dia (Presiden Jokowi),” kata Irfan.

Ia pun meminta masyarakat tidak melulu berpikir negatif terhadap Presiden. Ia mengajak masyarakat objektif dan rasional dalam memberikan penilaian terhadap kegiatan Jokowi.

“Jadi kehadiran Pak Jokowi saat itu tidak ada yang harus kita salahkan. Kalau orang berpikir negatif ya pasti semua akan disalahkan Pak Jokowi, nyinyir aja kan. Kalau begitu, ibaratnya tikus mati di got yang disalahkan Pak Jokowi, tikus ketabrak mobil di jalan disalahkan Pak Jokowi. Itu kan enggak fair juga,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui acara pernikahan Atta-Aurel yang dihadiri Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana itu digelar pada Sabtu (3/4/2021). Saat itu hadir pula Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Kehadiran para pejabat negara itu menuai kritik publik lantaran saat ini Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19.

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera menilai, kehadiran Jokowi bukanlah contoh yang baik. Bahkan, saat Jokowi menghadiri pernikahan tersebut, informasinya diunggah di laman serta akun Twitter resmi Kementerian Sekretariat Negara.

“Buat saya itu bukan contoh yang baik. Publik ingin melihat pemimpin yang sama sikap dengan perkataan,” kata Mardani, Senin (5/4/2021).

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments