Minggu, 28 November 2021

Pindad Produksi 25 Ribu Pucuk Senjata Latihan Komcad

2 April 2021
Bentuk senjata SS2-V5 A1 untuk latihan Komcad (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)

Jangkauan-Jakarta. Perindustrian TNI Angkatan Darat (Pindad) atau dikenal dengan PT Pindad Persero akan memproduksi 25.000 pucuk senjata pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang akan digunakan untuk latihan Komponen Cadangan (Komcad).

“Ini untuk Komcad, sudah 25.000 pucuk senjata, sudah dilengkapi tele,” ujar Direktur Utama PT Pindad Persero Abraham Mose saat kegiatan Defence Tour Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2021 bersama awak media yang diselenggarakan Biro Humas Setjen Kemhan, Selasa (29/3/2021) seperti dilansir dari sindonews. 

Senjata SS2-V5 A1 yang diperuntukkan bagi Komcad ini berbeda dengan senjata organik yang digunakan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Senjata ini memiliki ukuran lebih pendek dan lebih ringan sehingga memudahkan mobilisasi.

Selain itu, senjata ini juga dilengkapi dengan sejumlah aksesoris lainnya sehingga bisa dipasangi telescope dan laser. “Jadi pegangan tangan tidak langsung ke hand gun. Ini berbeda dengan senjata TNI yang ada sekarang, supaya lebih mudah penggunaannya,” kata Direktur Bisnis Produk Hankam PT Pindad Persero Wijil Jadmiko Budi. 

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/wamenhan-membangun-ab-beaya-mahal-sehingga-dibentuk-komcad/ 

Digunakan Untuk Latihan

Sementara itu, Kepala Biro (Karo) Humas Setjen Kemhan Marsma TNI Penny Radjendra menegaskan, jika senjata untuk Komcad itu hanya digunakan pada saat latihan.

“Penting untuk dicatat, penggunaan senjata untuk Komcad itu digunakan pada saat latihan, jadi bukan nanti Komcad bawa-bawa pulang senjata, tidak seperti itu. Jadi pelatihan-pelatihan semacam militer itu, tujuannya untuk meningkatkan fisik supaya kuat, untukpelatihan dasar kemiliteran. Jadi ini penting untuk dicatat bahwa ini tidak akan dibawa komcad di luar latihan. Ini hanya untuk kepentingan latihan,” tegasnya.

Direktur Bisnis Produk Hankam PT Pindad Persero Wijil Jadmiko Budi menyebut senjata SS2-V5 A1 yang diperuntukkan bagi Komcad ini berbeda dengan senjata organik yang digunakan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Senjata ini memiliki ukuran lebih pendek dan lebih ringan sehingga memudahkan mobilisasi. Selain itu, senjata ini juga dilengkapi dengan sejumlah aksesoris lainnya sehingga bisa dipasangi telescope dan laser. 

 “Jadi pegangan tangan tidak langsung ke hand gun. Ini berbeda dengan senjata TNI yang ada sekarang, supaya lebih mudah penggunaannya,” katanya saat kegiatan Defence Tour Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2021 bersama awak media yang diselenggarakan Biro Humas Setjen Kemhan, Selasa (29/3/2021). 

 Selain bobotnya yang ringan karena hanya memiliki berat 3,59 Kg, senjata kaliber 5,56×45 mm ini, memiliki jarak tembak efektif 200 meter. Senjata yang dilengkapi alat bidik mekanikal flit up ini memiliki kecepatan tembakan 720-760 butir per menit.

Keistimewaan lainnya, senjata yang memiliki panjang 745-810/540 mm dengan panjang laras 255 mm, dilengkapi dengan magasen dengan kapasitas 30 butir. Bahkan, senjata ini juga dilengkapi sejumlah aksesoris tambahan untuk pelontar granat berupa gas air mata dan night vision agar memudahkan pengelihatan pada malam hari.

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments