Selasa, 19 Oktober 2021

Perekonomian Indonesia di Kuartal II Diharapkan Tumbuh Signifikan

20 May 2021
Ilustrasi aktifitas perekonomian di pasar tradisional (Foto : istimewa)

Jangkauan-Jakarta– Perekonomian Indonesia diyakini berada dalam jalur pemulihan kendati pada kuartal I/2021 masih mencatatkan minus 0,74% secara year on year (yoy). Namun, untuk mencapainya perlu upaya ekstra keras plus sinergi semua pihak agar pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19 terus melaju.

Mengejar pertumbuhan ekonomi di tengah penyebaran Covid-19 yang masuk tahun kedua memang tidak mudah. Pasalnya, dengan masih terbatasnya interaksi di masyarakat guna mengerem penularan virus korona, hal itu memberikan dampak negatif baik dari sisi kesehatan mental maupun kesehatan ekonomi.

Hal tersebut setidaknya diakui oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Menurut dia, saat ini fokus pemerintah adalah untuk betul-betul menjaga keseluruhan masyarakat dari sisi kesehatan ekonomi agar tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga pulih kembali.

Untuk itu, kata dia, sinergi dan kerja keras dari seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk bersama-sama memulihkan ekonomi Indonesia dari pandemi Covid-19. Mantan managing director Bank Dunia itu juga mengungkapkan bahwa saat ini semua dalam keadaan kondisi extraordinary.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/airlangga-realisasi-pen-hingga-11-mei-capai-rp-17235-triliun/

“Tapi saya yakin kalau kita semuanya bersinergi, terus saling berkomunikasi dengan baik, kita akan bisa mengawal pemulihan ekonomi,” ucap Sri Mulyani dalam acara silaturahmi virtual di Jakarta kemarin seperti dilansir dari sindonews.

Optimisme kebangkitan kembali ekonomi Tanah Air sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada akhir pekan lalu. Dia meyakini, kuartal II/2021 pertumbuhan akan mulai positif. Ini setelah melihat data perekonomian di kuartal I di mana kontraksi ekonomi mulai mereda dengan hanya mencatatkan minus 0,74%.

“Perekonomian terus tumbuh. Kita berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 ke jalur positif dan bisa 7%,” kata Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu.

Menurut Airlangga, ada sejumlah indikator di balik optimisme tersebut di anataranya telah membaiknya Purchasing Manufacturing Indeks (PMI) hingga Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

“Yang mana kita liat harga komoditas dan batu bara telah menunjukkan perbaikan,” kata dia.

Menyikapi pernyataan tersebut, kalangan pelaku usaha menilai bahwa target tersebut terlalu ambisius. Apalagi jika melihat penanganan pandemi Covid yang dianggap belum kunjung usai.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, dalam situasi normal saja pada 2019 lalu ekonomi dalam negeri hanya tumbuh 5,02%. Sehingga, untuk kondisi saat ini di tengah pandemi, kalangan pelaku usaha masih berupaya untuk bertahan.

“Kami di kuartal II berusaha agar tidak turun lebih dalam lagi. Kalau pun minus, mungkin minus 2%,” ungkapnya.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-minus-074-persen-di-kuartal-i-2021/

https://www.jangkauan.com/menko-airlangga-optimis-pen-terus-berlanjut-di-kuartal-ii-2021/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments