Selasa, 31 Januari 2023

Pemudik Dites Acak Covid-19, 4.123 Orang Dinyatakan Positif

11 May 2021
Tes swab antigen yang dilakukan acak terhadap pemudik di gerbang Tol Palimanan (Foto: Istimewa)

Jangkauan-Jakarta. Pemerintah melakukan random testing atau tes acak terhadap masyarakat yang nekat melakukan perjalanan mudik. Tes acak bisa dilakukan dengan antigen atau PCR. Dari 6.742 pemudik yang dilakukan tes di 381 lokasi oleh Polri melalui Operasi Ketupat, didapat 4.123 orang di antaranya positif Covid-19. Angka ini mewakili lebih dari separuh pemudik yang dilakukan random testing

“Konfirmasi positifnya 4.123 orang. Dan, dilakukan isolasi mandiri 1.686 orang dan dirawat 75 orang,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Senin (10/5) seperti dilansir dari republika. 

Selain melakukan random testing terhadap pemudik, aparat kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap 113.694 kendaraan di titik-titik penyekatan. Dari angka tersebut, 41.097 di antaranya diminta memutar balik kembali ke asal perjalanan. Polri juga menemukan pelanggaran oleh 346 travel gelap. 

Baca juga : https://www.jangkauan.com/hari-1-larangan-mudik-pergerakan-transportasi-turun-drastis/

https://www.jangkauan.com/viral-pemudik-menangis-antara-empati-dan-tuntutan-tugas-seorang-aparat/

https://www.jangkauan.com/menhub-sidak-arus-mudik-terjadi-penurunan-90-persen/

“Kembali ditegaskan, untuk antarwilayah aglomerasi tidak memerlukan surat izin perjalanan,” kata Airlangga.  

Seperti diketahui, larangan mudik Lebaran berlaku 6-17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat Indonesia. Melalui Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 pemerintah menegaskan bahwa pelarangan mudik berlaku bagi moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara.

Namun, hal ini dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non-mudik.  Keperluan mendesak yang dimaksud yakni bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi 1 orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang. Pelaku perjalanan orang selama masa larangan mudik pun diwajibkan memiliki surat izin perjalanan tertulis atau surat izin keluar/masuk (SIKM).

Baca juga : https://www.jangkauan.com/ngotot-mudik-ribuan-kendaraan-diputar-balik/

https://www.jangkauan.com/kapan-lebaran-kemenag-gelar-sidang-isbat-11-mei/



berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments