Selasa, 19 Oktober 2021

Pasukan Kavaleri Berkuda TNI, Satu-Satunya di Asia Tenggara

20 March 2021
Unit Intai tempur dalam Pasukan Kavaleri Berkuda TNI (Foto: Istimewa)

Jangkauan-Bandung. Di lingkungan TNI, nama satuan Kavaleri biasanya identik dengan satuan yang memiliki tank, panser dan kendaraan lapis baja lain yang digunakan untuk menunjang kemenangan dalam pertempuran dengan mengandalkan daya kejut, daya hancur dan daya gempurnya.

Meski demikian, ada satu satuan khusus Kavaleri di jajaran TNI AD yang sesuai dengan penamaan aslinya yaitu Pasukan kavaleri berkuda yang dalam operasionalnya mengandalkan bantuan/ dukungan kuda (Kavaleri : berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Prancis chevalier yang berarti “kuda”).

Satuan yang bermarkas di Bandung barat yang dikenal dengan Detasemen Kavaleri Berkuda atau Denkavkud merupakan Satuan Operasional yang ada di bawah Pusat Kesenjataan Kavaleri Kodiklat TNI AD. Pasukan kuda yang jadi satu-satunya di Indonesia dan Asia Tenggara ini punya tugas pokok melaksanakan tugas militer dan non militer.

Detasemen ini juga menyelenggarakan pembinaan dan pendidikan kuda militer dan personil, menyiapan Satuan Kavaleri Berkuda untuk kodam-kodam, menyelenggarakan peternakan kuda serta menyelenggarakan tugas-tugas protokoler dan pengembangan olah raga berkuda nasional.

Menurut sejarahnya, satuan kavaleri berkuda ini terbentuk sejak adanya kuda hasil rampasan selama perang kemerdekaan di akhir Desember 1949 dan awal 1950. Kala itu, ada 20 ekor kuda yang diserahkan oleh bekas pasukan KNIL kepada Satuan Kavaleri Tentara Nasional Indonesia.

Saat ini, Denkavkud memiliki 240 ekor kuda pilihan yang didatangkan langsung dari Eropa dengan diperkuat oleh 335 personil baik dari prajurit TNI maupun pegawai negeri sipil.
Detasemen Kavaleri Berkuda bergerak dalam tiga hal, pelatihan kuda, peternakan kuda, dan operasi TNI. Dalam peternakan kuda itu dipilih untuk regenerasi untuk alutsista di masa selanjutnya, untuk pelatihannya juga menggelar pelatihan untuk militer dan olahraga.

Pasukan ini juga dibelaki dengan rompi anti peluru dan helm, senapan SS1 5.56 milimeter dan pistol P1 pindad. Terkadang, di beberapa kondisi prajurit juga dibekali dengan pedang untuk mengatasi tentara musuh dan melucuti senjata tanpa harus turun dari kuda.

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments