Selasa, 19 Oktober 2021

Panglima TNI : KRI Nanggala Masuki Fase Tenggelam

24 April 2021
TNI AL menunjuukjan Bukti serpihan KRI Nanggala-402 di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali.(Foto : Kompas/Imam Rosidin)

Jangkauan-Bali.  Harapan dan doa masyarakat Indonesia untuk keselamatan 53 awak KRI Nanggala-402, Sabtu sore (24/4/2021) dipastikan semakin pupus. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti fase tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Panglima mengatakan, operasi SAR terhadap KRI Nanggala telah memasuki hari ketiga menuju hari keempat sejak dinyatakan hilang kontak pada tanggal 21 April 2021 dini hari. “Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala,” ujar Hadi dalam konferensi pers yang disiarkan KompasTV, Sabtu (24/4/2021).

Baca juga : https://www.jangkauan.com/breaking-news-kapal-selam-nanggala-loss-contact-di-perairan-bali/

https://www.jangkauan.com/begini-misi-rumit-penyelamatan-kru-kapal-selam/

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono menyatakan pihaknya meningkatkan status pencarian KRI Nanggala 402 ke fase subsunk atau tenggelam. Status yang sebelumnya adalah submiss ditingkatkan karena berdasarkan hasil pencarian ditemukan benda-benda yang diyakini berasal dari dalam kapal selam tersebut.

“Dengan adanya bukti otentik yang kini diyakini milik KRI Nanggala, sehingga pada saat ini kami isyaratkan dari submiss, kami tingkatkan menuju fase subsunk,” kata Yudo Margono dalam konferensi pers daring, Sabut, 24 April 2021.

Yudo menyebutkan barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi terakhir kapal selama TNI AL ini berada adalah pelorus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, pelumas periskop kapal selam, alas untuk awak kapal selam melakukan salat, tumpahan solar dan spons. Dia mengatakan benda tersebut diyakini milik KRI Nanggala berdasarkan keterangan dari mantan anak buah kapal dan komunitas kapal selam.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/34-kapal-dikerahkan-save-nanggala-402/

Panglima menuturkan, TNI AL bersama Polri, Basarnas, KNKT dan BPBD serta aset negara sahabat seperti Australia, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia telah berupaya dan semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan KRI Nanggala. “Sabtu pagi tadi merupakan batas akhir life support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam,” tambah Hadi.

Usai menyatakan hal tersebut, beberapa jajaran TNI AL menaruh sejumlah benda yang diyakini berkaitan dengan KRI Nanggala-402 di atas meja tempat konferensi pers berlangsung. Sejumlah benda itu di antaranya pelurus tabung torpedo, pembungkus atau pipa pendingin bertuliskan Korea, botol berwarna oranye yang berguna untuk pelumasan naik turunnya periskop kapal selam, alas peralatan sholat para ABK KRI Nanggala-402, sponge penahan panas, dan tumpahan solar.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/mengenang-tragedi-kapal-selam-rusia-kursk/

“Barang-barang ini tidak dimiliki oleh umum. Dan di sekitar radius 10 mil, tidak ada kapal lain yang melintas. Kemudian para ahli yang dalam ini mantan ABK KRI Nanggala dan juga komunitas kapal selam diyakini bahwa ini adalah barang-barang milik KRI Nanggala,” tutur Yudo.

Sebelumnya, KRI Nanggala-402 mengalami hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021), sekitar pukul 04.25 WIB. Kapal selam mengalami kontak hilang ketika akan menerima otoritasi peluncuran torpedo nomor 8. Peluncuran torpedo ini merupakan rangkaian kegiatan latihan yang tergabung dalam Gugus Tugas Penembakan Senjata Strategis TNI AL.

Latihan ini sedianya digelar Kamis (22/4/2021). Akan tetapi, latihan tersebut terpaksa dibatalkan akibat peristiwa hilangnya KRI Nanggala. KRI Naggala merupakan salah satu kapal selam yang resmi menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia pada 1981.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/awak-kapal-selam-dididik-untuk-terima-tekanan/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments