Selasa, 19 Oktober 2021

PAN Akui Belum Dapat Informasi Tawaran Masuk KIM

17 April 2021
Kabinet Indonesia Maju (KIM) (Foto: Istimewa)

Jangkauan-Jakarta. Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR Saleh Partaonan Daulay mengaku partainya hingga saat ini belum mendapatkan informasi yang utuh terkait tawaran masuk dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM). Presiden Joko Widodo disebut bakal segera melakukan perombakan kabinet.

“PAN sampai hari ini kami belum mendapatkan informasi yang utuh terkait dengan tawaran yang akan diberikan kepadaPANuntuk masuk ke dalam kabinet. Tetapi kami justru malah mendapatkan informasi dari media dan juga dari para pengamat,” kata Saleh di Jakarta, Jumat (16/4) seperti dilansir dari republika.

Hal itu dikatakannya menanggapi wacana masuknya PAN dalam Kabinet Indonesia Maju setelah isu perombakan kabinet semakin menguat. Saleh mengatakan, jika suatu waktu PAN diberikan tawaran untuk masuk dalam Kabinet Indonesia Maju, ada beberapa langkah yang akan diambil.

“Pertama, tentu tawaran itu kami apresiasi dengan cara membawa tawaran itu untuk dirapatkan secara serius di internal PAN,” ujarnya.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/inilah-10-menteri-dengan-sentimen-positif-tertinggi/

https://www.jangkauan.com/presiden-kepala-daerah-harus-berani-berinovasi/

Kedua, menurut dia, PAN akan mencari sosok kader yang pas dan cocok pada posisi yang ditawarkan di kabinet tersebut. Dia mengatakan, langkah ketiga, dari nama-nama yang sudah didapatkannya itu, pihaknya akan kirimkan ke Presiden.

“Tentu Presiden memiliki hak prerogatif untuk menentukan apakah orang yang kami calonkan tersebut sesuai dengan yang diharapkan Presiden,” tuturnya.

Namun menurut Saleh, sampai saat ini PAN sampai pada posisi menunggu dan justru partainya sedang sibuk melakukan konsolidasi organisasi dari tingkat DPP, DPW, DPC, dan Ranting di seluruh Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR itu menilai konsolidasi organisasi itu merupakan pekerjaan yang sangat berat dan juga tentu membutuhkan waktu dan energi serta perhatian yang cukup besar.

Sementara Staf Khusus Presiden Bidang SosialAngkie Yudistiaikut buka suara terkait isu perombakan kabinet atau reshuffle yang menyeruak belakangan ini. Menurutnya, hal tersebut sepenuhnya kewenangan presiden. Dia juga staf khusus lainnya, tidak bisa mencampuri ketetapan presiden. 

“Apapun isu yang beredar, sepenuhnya adalah hak prerogatif presiden. Kami tidak bisa mencampuri perihal itu. Apapun langkah dari awal sampai akhir Bapak Presiden yang bicara dan kami mendukung sepenuhnya,” kata Angkie, Jumat (16/4). 

Seperti diketahui, wacana perombakan kabinet semakin kencang setelah pemerintah memutuskan meleburkan Kementerian Riset dan Teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Presiden Jokowi juga segera membentuk satu kementerian baru, yakni Kementerian Investasi. Belum ada kepastian bagaimana relasi kementerian ini dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang eksis selama ini. 

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/menteri-kkp-kunjungi-pusat-latihan-tempur-marinir/

https://www.jangkauan.com/presiden-minta-kepala-daerah-perbanyak-program-padat-karya/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments