Minggu, 28 November 2021

Misi Ke NTT : Marinir Diberangkatkan Dengan Hercules

7 April 2021
Pemberangkatan pasukan Marinir dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta (Foto : Dispen Kormar)

Jangkauan-Jakarta. Untuk mempercepat penanganan bencana alam angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor yang menerpa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pasukan Korps Marinir TNI AL diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan pesawat angkut A-I323 Hercules TNI Angkatan Udara, Rabu (7/4/2021).

Pelepasan tugas tersebut dipimpin langsung Kapuskes TNI Mayor  Jenderal  TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H. didampingi Kadiskes Kormar Kolonel Laut (K) Aryo Bintoro, Sp. BU , Danmenbanpur 1  Marinir  Kolonel Mar Ervan Dian.

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono M.Tr (Han)., sesuai dengan perintah langsung dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.A.P., dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. mengirimkan 22 Prajurit Korps Marinir TNI AL untuk melaksanakan Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana di NTT.

Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan bencana alam Marinir ini dipimpin Mayor Mar Donni yang sehari-hari menjabat sebagai Pasiops Batalyon Angmor 1 Marinir.  Sedangkan pasukannya merupakan prajurit petarung Marinir yang bermarkas di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.

“ Misi ini merupakan panggilan tugas dari ibu pertiwi, untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan. Ini menuntut kesigapan kalian, kesiapan kalian dan keikhlasan kalian untuk melaksanakannya sehingga tugas dapat berjalan lancar dan berhasil,” ucapnya.

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/banjir-dan-longsor-di-ntt-54-orang-dilaporkan-meninggal/

https://www.jangkauan.com/pemerintah-bantu-500-ribu-per-kk-untuk-korban-bencana-ntt/

Perlengkapan yang dibawa pada Satgas Kemanusiaan kali ini antara lain 1 Unit Ambulance, 3 Unit Tenda Singapore, 2 Unit Tenda Malvinas, 22 buah Fiellabind, 7 tabung oksigen, 7 set bedah minor, 1 Kat dokter,  3 Kat rawat, Obat Obatan dan alkes dukungan Diskesal (labinduk).

Di daerah bencana, Satgas Marinir ini akan bergabung dengan pasukan TNI lainnya, serta jajaran/ instansi terkait dalam upaya memberikan dukungan kesehatan, evakuasi dan perawatan korban bencana dan dukungan lainnya.

Sementara itu dilaporkan Korban meninggal akibat bencana yang terjadi di NTT pada Minggu kemarin terus bertambah.  Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) menyebut 128 orang meninggal akibat bencana banjir dan longsor karena Siklon Tropis Seroja.

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/presiden-jokowi-tiba-di-lembata-ntt/

https://www.jangkauan.com/tinjau-lokasi-bencana-presiden-bertolak-ke-ntt/

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyebut berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Senin (5/4/2021), pukul 23.00 WIB, total warga meninggal dunia berjumlah 128 warga selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12. Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

Sedangkan warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT. Menurutnya, pengungsian terbesar berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa atau 1.803 KK, Lembata 958 jiwa, Rote Ndao 672 jiwa atau 153 KK, Sumba Barat 284 jiwa atau 63 KK, dan Flores Timur 256 jiwa.

Lihat Juga : https://www.jangkauan.com/presiden-kunjungi-amakaka-desa-terdampak-bencana-di-ntt/

https://www.jangkauan.com/update-korban-banjir-ntt-174-meninggal-48-hilang/

https://www.jangkauan.com/viral-mobil-jokowi-di-ntt-dicegat-anak-smp/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments