Minggu, 28 November 2021

Menkopolhukam: Hanya 8 Persen Yang Tolak Otsus Papua Diperpanjang

28 May 2021
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD (Foto :Tribunnews.com/Gita Irawan)

Jangkauan-Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengklaim hanya delapan persen masyarakat Papua yang menolak otonomi khusus (otsus) di wilayah paling timur Indonesia itu berlanjut.

Angka itu berdasarkan survei Badan Intelejen Negara (BIN) dengan sejumlah universitas di Indonesia. Dalam survei tersebut, terdapat 92 persen warga Papua mendukung pembangunan Papua dan setiap terhadap NKRI. Dari 92 persen, 82 persen setuju otsus berlanjut, sementara 10 persen lainnya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

“(Yang 10 persen) berarti setuju juga, dan sisanya delapan persen yang menolak” kata Mahfud melalui tayangan video di akun YouTube Polhukam RI, Jumat (28/5).

Mahfud menyebut delapan persen warga yang menolak otsus terdiri dari tiga kelompok. Mereka yakni kelompok politik, klandestein, dan kriminal bersenjata. “Yang paling kecil yakni KKB ini,” ujarnya.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/kapolri-dan-panglima-tni-beri-arahan-satgas-buru-kkb-papua/

https://www.jangkauan.com/penanganan-kkb-berubah-kedepankan-pendekatan-kesejahteraan/

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut kelompok tersebut yang kini tengah dilawan pasukan TNI-Polri. “Jadi yang dihadapi adalah KKB Egianus Kagoya, KKB Lekagak Talenggen, KKB Militer Murib, dan kelompok lain lagi, jadi bukan KKB Papua” katanya.

Sebelumnya, Polri sempat menduga perpanjangan kebijakan otsus Papua jadi salah satu pemantik KKB atau OPM melakukan berbagai penyerangan beberapa waktu belakangan.

Asisten Kapolri bidang Operasi (Asops), Inspektur Jenderal Imam Sugianto mengatakan kelompok separatis pejuang kemerdekaan Papua itu mulai terusik dengan kebijakan otsus pemerintah.

“Kemarin memang ada peningkatan eskalasi kejadian, karena ini kan memang mendekati kepada diberlakukannya Otsus,” kata Imam Selasa (27/4) malam seperti dilansir dari cnnindonesia.

Sementara itu penanganan terhadap teroris KKB Papua berubah setelah Panglima TNI  Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan ke Papua.

Panglima TNI dan Kapolri akan menggandeng tokoh masyarakat dan kepala daerah untuk menangani Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  Papua. Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakhiri kunjungannya di Jayapura, Papua, pada Kamis (27/5/2021) siang. Pertemuan ini untuk menyinkronkan kerja sama sehingga pendekatan yang dilakukan oleh TNI-Polri lebih kepada pendekatan kesejahteraan.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/kogabwilhan-iii-respon-tantangan-opm-untuk-berperang-di-ilaga/

https://www.jangkauan.com/buru-kkb-400-prajurit-yonif-315-diberangkatkan-ke-papua/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments