Rabu, 22 September 2021

Menkes-BPOM-Kasad Tandatangani MoU Penelitian Vaksin Nusantara

20 April 2021
Penandatanganan MoU penelitian vaksin nusantara oleh Menkes-BPOM dan Kasad (Foto: Dispenad)

Jangkauan-Jakarta. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, menandatangani nota kesepahaman (MoU) penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas terhadap Virus SARS-CoV-2.

Penandatanganan yang disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy itu berlangsung di Mabesad, Jakarta, Senin (19/4).

Nota kesepahaman (MoU) terkait penelitian vaksin Nusantara dalam bentuk ‘Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2’ ini diteken ketiga pejabat secara bergantian.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/ternyata-pemberian-vaksin-nusantara-berbeda-dengan-sinovac/

https://www.jangkauan.com/anggota-dpr-jadi-relawan-vaksin-nusantara/

Menurut siara pers Dispenad, nantinya, penelitian dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakpus. Penelitian mempedomani kaidah sesuai dengan ketentuan undang-undang dan juga bersifat autologus yang hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri.

” Penelitian tidak dapat dikomersialkan dan tidak perlu persetujuan izin edar. Penelitian bukan kelanjutan dari uji klinis adaptif fase 1 vaksin yang berasal dari sel dendritik autolog yang sebelumnya diinkubasi dengan spike protein severe acute respiratory syndrome COVID-19 pada subjek yang tidak terinfeksi COVID-19 dan tidak terdapat antibodi COVID-19 atau yang disebut program Vaksin Nusantara ” katanya.

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/bpom-vaksin-nusantara-tidak-memenuhi-kaidah-klinis/

https://www.jangkauan.com/tim-peneliti-beberkan-keunggulan-vaksin-nusantara/

Sebelumnya, RSPAD Gatot Soebroto disebut-sebut menyelenggarakan uji klinik Fase 2 Vaksin Nusantara. Informasi tersebut disampaikan antara lain oleh sejumlah anggota DPR RI yang melakukan pengambilan darah sebagai prosedur uji klinik vaksin Nusantara, Rabu (14/4).

Namun ditegaskan, aktivitas di RSPAD tersebut bukanlah rangkaian uji klinis Fase 2 vaksin Nusantara. Melainkan hanya penelitian tentang sel dendritik sebagai basis vaksin Nusantara.

“Ini adalah penelitian mengenai vaksin dendritik tapi tidak dilanjutkan, bukan dipindahkan (dari RS Kariadi Semarang). Tapi RSPAD memang melakukan penelitian tentang dendritik vaksin,” pungkasnya.

Lihat juga:

https://www.jangkauan.com/bulan-ramadhan-vaksinasi-jalan-terus/

https://www.jangkauan.com/aburizal-bakrie-disuntik-vaksin-nusantara/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments