Selasa, 19 Oktober 2021

Mengenal Virus Corona B117

21 March 2021
Pemeriksaan virus corona varian B-117 (Foto : Cuartoscuro)

Jangkauan-Jakarta. Virus Corona B117 atau strain virus SARS CoV-2 varian B.1.1.7 adalah mutasi virus Corona yang muncul pertama kali di Inggris dan kini tengah menyebar di beberapa negara lainnya. Apakah virus ini lebih berbahaya dan mematikan dari sebelumnya?

Dilansir dari doktersehat, Strain virus SARS CoV-2 varian B.1.1.7 adalah salah satu mutasi virus SARS CoV-2 yang ditemukan pertama kali pada 20 September 2020. Temuan strain virus terbaru ini ditemukan saat dilakukan proses sekuens genomik di United Kingdom. Hingga 13 Desember 2020, dilaporkan bahwa total kasus dengan strain virus terbaru di United Kingdom ini telah mencapai angka kejadian sebesar 1108 kasus.

Analisis awal menyatakan bahwa varian B.1.1.7 memiliki kemampuan penyebaran yang lebih mudah antar manusia. Sedangkan pada Januari 2021, peneliti dari United Kingdom menyatakan bahwa varian B.1.1.7 mungkin berhubungan dengan peningkatan resiko kematian dibandingkan dengan varian SARS CoV-2 lainnya.

Apakah Varian B.1.1.7 Sudah Masuk ke Indonesia?

Temuan pertama kasus COVID-19 dengan strain virus SARS CoV-2 varian B.1.1.7 di Indonesia dilaporkan pada 2 Maret 2021 oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dengan adanya temuan ini, pemerintah Indonesia mulai menetapkan aturan mengenai keluar masuknya warga negara asing (WNA) ke Indonesia.

Cara Mengetahui Varian B.1.1.7

1. Strain virus SARS CoV-2 varian B.1.1.7 mengalami mutasi N501Y pada receptor-binding domain pada spike protein S virus. Seperti yang diketahui spike protein adalah lapisan terluar dari virus yang membentuk gambaran seperti duri, yang berfungsi sebagai tempat melekatnya virus ke sel-sel pada tubuh manusia seperti hidung, paru, dll. Adanya mutasi ini dilaporkan dapat berkontribusi pada peningkatan kemampuan penularan COVID-19. Hal ini sesuai dengan studi awal oleh United Kingdom yang melaporkan bahwa varian B.1.1.7 memiliki kemampuan penularan yang lebih tinggi dibanding varian lainnya yaitu sebesar 40% dan 70%. Studi lain oleh Davis et al juga menyatakan bahwa strain virus SARS CoV-2 memliki resiko penularan sebesar 56%. 2.
2. Hasil penelitian NERVTAG di United Kingdom menyatakan adanya kemungkinan peningkatan resiko kematian pada kasus COVID-19 akibat varian B.1.1.7 dibandingkan dengan varian lainnya. Hal ini juga diduga berkaitan dengan meningkatnya derajat keparahan gejala COVID-19.
3. Strain virus SARS CoV-2 varian B.1.1.7 dapat dideteksi pada pemeriksaan PCR dan swab antigen. Namun untuk mengkonfirmasi varian strain virus terbaru ini perlu dilakukan pemeriksaan sekuens genomik yang menyeluruh.

Gejala Varian B.1.1.7

Berdasarkan studi Graham et al (2021) di United Kingdom disebutkan bahwa secara keseluruhan tidak didapatkan adanya perbedaan gejala COVID-19 varian B.1.1.7 dengan varian lainnya. Hal ini sesuai dengan studi terbaru yang menyatakan bahwa gejala COVID-19 yang timbul akibat varian B.1.1.7 adalah batuk, nyeri tenggorokan, fatigue, nyeri otot, demam, serta gangguan penghidu.

Cara Pencegahan

Dilansir dari World Health Organization (WHO), disebutkan bahwa prinsip dasar untuk mengurangi resiko transmisi infeksi pernafasan akut pada komunitas dan pekerja di bidang kesehatan adalah:

• Menghindari kontak erat dengan orang yang menderita infeksi saluran pernapasan akut.
• Sering mencuci tangan, terutama setelah kontak langsung dengan orang yang sakit atau lingkungan di mana orang tersebut berada.
• Melakukan etika batuk (menjaga jarak, menutup mulut bila batuk atau bersin dengan tissue atau lengan pakaian, serta mencuci tangan).
• Meningkatkan standar dan kontrol pencegahan infeksi di pusat pelayanan kesehatan.
• Menggunakan masker sesuai anjuran dengan benar dan memastikan ventilasi udara baik

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments