Selasa, 19 Oktober 2021

Mau Tetap Fokus Puasa, Inilah Tipnya

9 May 2021
Ilustrasi air putih (Foto : Hyrma/Thinkstock)

Jangkauan-Jakarta.  Dalam kondisi berpuasa, Lemas, mengantuk, serta sulit fokus menjadi hal lumrah yang dialami oleh mereka yang menjalani ibadah ini, apalagi jika tubuh tidak mendapat asupan nutrisi yang tepat saat berbuka dan sahur, kondisi tersebut bisa lebih berat.

Dalam kondisi berpuasa maka selama hampir 14 jam lamanya, tubuh tak mendapat asupan cairan dan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan rutinitas sehari-hari. Hal itu menyebabkan otak sulit konsentrasi dan fungsi kognitifnya berkurang. Tentunya kondisi ini juga bisa mengganggu pekerjaan dan rutinitas harian.

Agar terhindar dari kondisi kurang menyenangkan tersebut maka setiap orang yang berada dalam kondisi puasa penting untuk mengkonsumsi makanan bergizi seimbang saat berbuka dan sahur agar nutrisi terpenuhi seharian dan bisa konsentrasi penuh.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/indahnya-berbuka-puasa-bersama-keluarga/

https://www.jangkauan.com/tips-sehat-tetap-kuat-berpuasa-di-masa-pandemi/

Namun selain konsumsi makanan bernutrisi, ada beberapa tips lainnya yang bisa membantu Anda agar tetap konsentrasi seharian penuh meski sedang berpuasa. Dilansir dari cnnindonesia, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar konsentrasi tetap penuh saat puasa.

1. Minum air putih

Kurang minum air putih tidak boleh dianggap sepele, terutama ketika berpuasa. Konsumsi air putih sangat penting untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG) sekaligus Dokter Spesialis Gizi Diana Sunardi mengatakan, sekitar 80 persen susunan otak merupakan cairan. Kekurangan 1-2 persen cairan saja bisa mengganggu fungsi kognitif yang menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, mudah lelah, hingga dehidrasi.

“Kurang 1-2 persen cairan saja bisa mengganggu kemampuan berpikir, bahkan membuat kita kesulitan menjawab pertanyaan yang sederhana,” kata Diana dalam webinar bersama Aqua, Selasa (20/4).

2. Pilih air putih yang baik

Diana mengatakan, kualitas air putih akan berpengaruh pada kelangsungan transportasi oksigen dari darah menuju jantung. Hal itu dikarenakan air putih tak hanya membawa mineral tapi juga oksigen yang dibawa darah untuk ‘disetorkan’ ke setiap organ tubuh. Meski demikian, Diana tak menyarankan air oksigen yang dijual kemasan karena belum terbukti lebih baik dari air putih kemasan lainnya. “Air putih yang baik itu tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, bebas kuman dan logam berbahaya,” kata Diana.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/kebersamaan-kunci-sederhana-keluarga-bahagia/

https://www.jangkauan.com/anda-masuk-keluarga-sehat-kenali-12-indikator-ini/

3. Jaga asupan gula

Meski makanan manis dianjurkan untuk menu berbuka puasa, ada baiknya jaga asupan makanan manis Anda agar tak hilang fokus saat kembali berpuasa nanti. Tubuh hanya membutuhkan sedikit gula untuk menggantikan energi yang terbuang selama berpuasa. Mengonsumsi gula berlebihan juga dapat mengganggu kerja hormon. Penyerapan karbohidrat yang mengandung glukosa tinggi juga membutuhkan lebih banyak energi sehingga tubuh akan merasa lelah dan ngantuk.

Diana mengatakan, makanan manis untuk berbuka sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah cukup. Dalam seharinya, hanya dibutuhkan rata-rata 200-300 gram karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energi. Karbohidrat yang tidak tercerna dengan baik akan berubah menjadi lemak dan berisiko menimbulkan obesitas hingga diabetes.

4. Tidur cukup

Selain memenuhi konsumsi cairan tubuh, tidur cukup juga jadi kunci agar bisa berkonsentrasi penuh seharian meski sedang berpuasa. Psikolog Analisa Widyaningrum menekankan pada tidur yang berkualitas, bukan pada kuantitas atau lama jam tidurnya. Seseorang mungkin bisa tidur selama 10 jam sehari namun tidurnya tidak nyenyak atau justru merasa lelah setelah bangun tidur. Sebagian lainnya mungkin hanya tidur selama 4 jam namun merasa bugar setelah bangun tidur. “Tidur yang baik, di mana kalau kita tidur lelap sampai bermimpi, dan ketika bangun kita bugar, sehingga lebih siap menghadapi hari,” ujar Analisa.

5. Istirahat 5 menit

Ketika bekerja, coba mengambil jeda setiap 5 menit setelah bekerja 30 menit. Anda bisa mencoba menutup mata, atau merenggangkan badan sambil berjalan-jalan disekitar kantor agar otak tidak mengalami kejenuhan. Analisa mengatakan, beristirahat selama 5 menit bisa meningkatkan konsentrasi. Dalam momen tersebut, tubuh akan berelaksasi atau “cooling down” setelah sibuk bekerja dan akan kembali segar ketika akan kembali bekerja. “Ketika bekerja 30 menit berhenti 5 menit itu disinyalir bisa meningkatkan konsentrasi harian,” kata Analisa.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/uji-coba-sekolah-offline-di-jakarta-zero-laporan-covid-19/

https://www.jangkauan.com/viral-pemudik-menangis-antara-empati-dan-tuntutan-tugas-seorang-aparat/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments