Rabu, 22 September 2021

Marinir Indonesia dan Amerika Taklukan Gelombang Besar Pantai Lampon

12 June 2021
Kerjasama prajurit Marinir Indonesia dan Amerika di atas perahu karet untuk menaklukan gelombang besar Pantai Lampon (Foto : Dispen Kormar)

Jangkauan-Banyuwangi. Prajurit Pasukan khusus dari dua negara berbeda yaitu Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL dan United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit berlatih dayung tembus gelombang dan renang rintis dalam rangkaian latihan bersama di Pantai Lampon, Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 7 Lampon, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021).

Kedua satuan tersebut berhasil menaklukan gelombang besar di Pantai Lampon. Dalam beberapa percobaan, Perahu karet yang membawa mereka berhasil menembus hadangan gelombang besar dan tanpa halangan melaju mulus ke tengah laut.

Komandan Satuan Latihan Reconex 21-II Letkol Marinir Supriyono dalam siaran pers Dispen Kormar menjelaskan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik maupun taktik Marinir kedua negara dalam latihan bersama.

“Selain dapat meningkatkan hubungan militer kedua negara, latihan bersama ini untuk meningkatkan “interoperability” dan “capability” Satuan Intai Amfibi Korps Marinir,” kata perwira yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Korps Marinir tersebut.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/marinir-indonesia-dan-amerika-berlatih-perang-kota-di-situbondo/

https://www.jangkauan.com/prajurit-yontaifib-2-marinir-perdalam-kemampuan-fastrope-dan-stabo/

Supriyono mengatakan bahwa untuk keberhasilan dalam melaksanakan dayung tembus gelombang dibutuhkan kecermatan, ketelitian, kecepatan, dan kekompakan dalam tim.

Dayung tembus gelombang dan renang rintis merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dan United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit sebagai pasukan khusus kedua negara agar mampu melaksanakan tugas-tugas khusus dengan sasaran-sasaran terpilih dalam operasi amfibi, operasi darat, dan operasi lainnya.

Sebelum pelaksanaan latihan, Letkol Marinir Supriyono menekankan kepada seluruh peserta latihan agar mengikuti prosedur keamanan serta protokol kesehatan yang harus dilaksanakan agar latihan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan dapat mencapai hasil maksimal.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/kkb-kian-mengganas-warga-sipil-diminta-pindah-dari-zona-bahaya/

https://www.jangkauan.com/kontak-tembak-di-ilaga-tiga-kkb-tertembak-satu-tewas/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments