Sabtu, 27 November 2021

Mantan Atlet Voli Aprilia Ganti Status Gender

10 March 2021
Apriia Manganang dalam satu pertandingan (foto instagram.com/manganang)

Jangkauan-Jakarta. Aprilia Manganang, mantan atlet voli putri nasional yang juga menjadi anggota TNI dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) berpangkat Sersan Dua (Serda) dipastikan mengalami pergantian status gender, sebelumnya sesuai Akta Kelahiran berjenis kelamin perempuan menjadi pria.

Kepastian pergantian gender ini disampaikan oleh Kasad Jendral TNI Andika Perkasa di Jakarta, Selasa kemarin (9/3). Aprilia, kata Jenderal Bintang Empat TNI AD tersebut sebetulnya sejak lahir memang berjenis kelamin pria, namun dia mengalami kelainan medis yang disebut hipospadia yakni kelainan bentuk kelamin yang kerap dialami bayi laki-laki saat dilahirkan.

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/keluarga/didampingi-kasad-aprilia-ikuti-sidang-perubahan-status-gender/

“Saat dilahirkan dia punya kelainan pada sistem reproduksinya yang disebut Hipospadia. Saat dilahirkan, keluarga dan paramedis yang menangani Aprilia tak begitu paham dengan jenis kelainan ini. Saat itu Aprilia pun dinyatakan sebagai perempuan lantaran alat kelamin yang dimilikinya memang sedikit berbeda” jelas Andika.

Andika menyebut kelainan yang dialami Aprilia pun baru diketahui baru-baru ini. Tepatnya pada 3 Februari lalu saat pihaknya sengaja memanggil Aprilia untuk menjalani pemeriksaan medis di RSPAD Gatot Subroto. Dari hasil rekam medis, diketahui hormon testosteron Aprilia lebih tinggi, tak hanya itu di dalam organ dalamnya pun tak ada organ tubuh yang mestinya dimiliki perempuan. Maka dipastikan Aprilia memang berjenis kelamin laki-laki. Namun lantaran kurang pengetahuan, saat dilahirkan orang tua dan paramedis di kampung Aprilia memutuskan salah satu prajuritnya yang juga atlet bola voli ini sebagai perempuan.

“Sebetulnya kelainan pada sistem reproduksi ini cukup sering terjadi, jadi bahkan menempati peringkat kedua dari jumlah kasus yg biasa terjadi untuk kelahiran bayi laki-laki. Menurut data, di setiap 250 bayi laki yang lahir ada satu yang alami kelainan. Atau empat orang setiap seribu kelahiran bayi laki-laki. Atau kalau di Indonesia dari jumlah penduduk misalnya 250 juta maka ada satu juta yang mengalami kelainan,” tambah Kasad.

Setelah hasil rekam medis keluar dan dijelaskan secara rinci kepada Aprilia, Kasad mengaku menawarkan anak buahnya itu untuk menjalani operasi correction surgery di RSPAD Gatot Subroto. Aprilia pun menerima hasil pemeriksaan medis tersebut bahkan menyetujui untuk melakukan operasi perbaikan.

“Jadi saya konsultasi tawarkan apa yang bisa kami bantu untuk dia. Akhirnya Sersan Manganang rupanya sambil dengan excited. Ini yang ditunggu-tunggu, saya hadirkan tim RSPAD, kemudian lakukan pemeriksaan lengkap dengan menggunakan seluruh fasilitas kesehatan kami,” katanya.

baca juga https://www.jangkauan.com/kesehatan/kenali-hipospadia-belajar-dari-kasus-aprilia/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments