Sabtu, 27 November 2021

Luar Biasa, Polri Amankan 2,5 Juta Ton Sabu Senilai Rp1 Triliun!

29 April 2021
Barang bukti sabu sebanyak 2,5 ton (Foto: Humas Polri)

Jangkauan-Jakarta. Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) merilis pembongkaran upaya penyelundupan narkoba jenis sabu dengan jumlah total sebanyak 2,5 ton.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa sabu tersebut merupakan hasil tangkapan dari jaringan internasional yang tersebar di wilayah Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia. Pembongkaran upaya peredaran itu merupakan hasil investigasi tim gabungan yang dibentuk.

“Kami ungkap kurang lebih 2,5 ton narkoba sabu asal Timur Tengah, Malaysia yang masuk ke Indonesia,” kata Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4) seperti dilansir dari cnnindonesia.

Listyo menerangkan, dengan mengamankan sabu sebanyak itu pihak kepolisian dapat menyelamatkan kurang lebih 10,1 juta jiwa masyarakat dari peredaran narkotika. Ia mengatakan jika diuangkan, narkoba tersebut dapat seharga lebih Rp1 triliun.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/seorang-terduga-teroris-ditembak-mati-di-mabes-polri/

Dalam pengungkapan itu, kata Listyo, pihak kepolisian menangkap 18 tersangka. Dia menuturkan, terdapat warga negara asing dari pihak yang ditangkap tersebut. “Tersangka 17 WNI, 1 warga negara Nigeria,” ujar Listyo.

Dia menegaskan pengungkapan kasus ini menunjukkan bahwa Polri sebagai institusi penegak hukum tak akan segan-segan dalam membongkar kasus-kasus narkoba di Indonesia.  Kapolri meminta kepada jajaran anggotanya agar meningkatkan koordinasi antarlembaga untuk dapat memonitor peredaran narkoba di Indonesia sehingga kasus-kasus penyalahgunaan dapat dicegah.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  saat menghadiri konferensi pers pembongkaran jaringan penyelundupan sabu skala internasional mencapai 2,5 ton di Mabes Polri pada Rabu (28/4) mengatakan pihaknya tidak mau kecolongan kasus penyelundupan narkoba jenis sabu saat pandemi covid-19.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/perkembangan-ekonomi-digital-indonesia-tercepat-di-asia-tenggara/

“Kami tidak ingin, dengan situasi yang extraordinary ini, kami menghadapi covid kemudian dimanfaatkan oleh berbagai pihak termasuk jaringan penyelundupan narkoba yang kemudian memanfaatkan untuk aktivitas ilegalnya untuk masuk ke Indonesia,” ujar Ani, sapaan akrabnya.

Untuk itu, bendahara negara itu memerintahkan seluruh anak buahnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan untuk memperkuat pengawasan di seluruh pelabuhan di dalam negeri.

Selain itu, DJBC juga diminta mempererat koordinasi dengan Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membongkar setiap aksi penyelundupan narkoba.

“Kami akan terus mengembangkan seluruh intelijen, data intelijen, dan langkah-langkah profesional, sinergi, dan kolaborasi dengan integritas yang tinggi dari seluruh institusi yang penting ini, sehingga kita bisa melindungi seluruh masyarakat Indonesia dari ancaman nyata narkoba,” katanya.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/sri-mulyani-dana-abadi-lpdp-jumlahnya-fantastis-rp-701-triliun/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments