Sabtu, 16 Oktober 2021

KPAI Minta Pemda Buat Peta Klaster Keluarga Sebelum PTM Dibuka

7 June 2021
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi (Foto: Istimewa)

Jangkauan-Jakarta. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Hak Sipil, Jasra Putra mengatakan setiap pemerintah daerah (Pemda) harus membuat peta klaster keluarga sebelum sekolah dengan skema pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka Juli mendatang.

Jasra mengatakan pemetaan itu penting untuk mencegah laju penularan Covid-19 dan potensi terbentuknya klaster baru di sekolah.

“Karena kalau kita lihat Covid ini kan muncul klaster keluarga, di samping klaster pendidikan, awalnya dimulai dari keluarga,” ujar Jasra dalam Konferensi Pers Amankah Pembelajaran Tatap Muka pada Juli 2021? yang disiarkan secara daring, Minggu (6/6).

Jasra menuturkan dalam pemetaan keluarga tersebut bukan hanya anak yang harus ditelusuri jejak kesehatannya melainkan setiap anggota keluarga. Ia menyebut setiap anggota keluarga harus dipastikan tidak mempunyai komorbid.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/mendikbudristek-minta-sekolah-harus-segera-dibuka/

https://www.jangkauan.com/sekolah-tatap-muka-diakselerasi-dengan-vaksinasi-dan-bos/

Menurut Jasra penelusuran tersebut dilakukan karena risiko keterpaparan anak lebih tinggi jika ada anggota keluarga yang komorbid. Jasra menyarankan agar anak yang mempunyai atau bersama dengan orang komorbid untuk tidak mengikuti PTM.

“Jadi di Juli itu harus dipastikan. Kalau ibu atau ayahnya ada komorbid saya kira jangan dipaksakan PTM anaknya karena risiko menularkan di sekolah cukup tinggi,” ucapnya seperti dilansir dari cnnindonesia.

“Oleh sebab itu mapping ini harus sudah selesai, sehingga mana siswa yang bisa PTM, mana yang tidak karena kondisi keluarga apakah ibu atau neneknya yang komorbid,” imbuhnya.

Sebelumnya, beberapa kasus positif terhadap siswa banyak ditemukan usai mengikuti PTM. Sebanyak 43 siswa SMA Negeri 1 Sumatera Barat di Padang, Sumatera Barat terkonfirmasi positif Covid setelah mengikuti pembelajaran tatap muka dan menetap di asrama sekolah.

“Jumlah siswa yang positif sebanyak 43 orang dengan rincian empat orang putri dibawa orang tua diisolasi di rumah sakit terdekat dengan rumah siswa,” kata Kepala SMAN 1 Sumatera Barat Budi Hermawan melalui surat yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan Sumbar, dikutip Selasa (30/3).

Sementara itu sebanyak 37 guru dan tenaga kependidikan SMA Negeri 4 Kota Pekalongan Jawa Tengah juga terkonfirmasi Covid-19 usai PTM, Rabu (2/6).

Baca juga : https://www.jangkauan.com/pemerintah-buka-sekolah-offline-mulai-juli-2021/

https://www.jangkauan.com/uji-coba-sekolah-offline-di-jakarta-zero-laporan-covid-19/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments