Selasa, 19 Oktober 2021

Konsil Kedokteran Indonesia Bina Praktik Kedokteran di Sulut

12 June 2021
Tim KKI melakukan pembinaan praktik kedokteran di RS TNI AD TK II RW Mongisidi Manado (Foto : Humas KKI)

Jangkauan-Sulut. Konsil Kedokteran Indonesia (KKI)  melakukan Pembinaan Praktik Kedokteran di Rumah Sakit TNI-AD R.W. Mongisidi Sulawesi Utara dipimpin langsung Wakil Ketua I  KKI Laksda (Purn) drg. Andriani, Sp.Ort, FICD, Jumat (11/6/2021).

“ Kegiatan KKI ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 29 tahun 20014 tentang Praktik Kedokteran di mana salah satu tugas KKI  adalah menjaga kualitas medis yang dilakukan oleh Dokter dan Dokter Gigi sebagai upaya perlindungan kepada masyarakat penggunanya serta melakukan registrasi dokter dan dokter gigi” ujar Wakil Ketua I  KKI di sela-sela kegiatan tersebut.

Tim KKI di Dinkes Provinsi Sulawesi Utara (Foto: Humas KKI)

Di hari yang sama Wakil Ketua KKI didampingi oleh  Divisi Pembinaan KK dan KKG, Devisi Registrasi KK dan KKG juga melakukan Pembinaan Praktik Kedokteran dan Interoperabilitas Data Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Praktek Dokter (SIP) Dokter Gigi di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.

Tak hanya  di dua tempat,  KKI juga melakukan Pembinaan Praktik Kedokteran  di Rumah Sakit TNI AL dr. Slamet Lantamal VIII yang berada di Kota Bitung yang disambut langsung oleh Karumkital dr. Wahyu Slamet Lantamal VIII Letkol Laut (K) Drg. I Wayan Tapa Yasa, Sp. KGA, M. Tr. Hanla, M.M..  Selain itu, di Bitung, KKI melakukan Kerjasama Interoperabilitas STR dan SIP dengan Wali  Kota Bitung Ir. Maurits Mantiri, M.M. 

Sementara itu Monitoring dan Evaluasi  di Program Studi  Kedokteran Gigi (PSKG)  Universitas Sam Ratulangi dimpimpin oleh Ketua Konsil Kodekteran Gigi , Prof. Dr.drg. Melanie Sadono, MBiomed., PBO. bersama Divisi Pendidikan. Dalam kesempatan ini diadakan diskusi tenatang Rencana P engembangan ke depan untuk PSKG Unsrat , bersama Dekan Dr.dr. Billy J. Keppel, MDSc., KaPS Dr.drg. Michael Leman., M. Ed.   dan Direktur RSGM PSKG UNSRAT drg. PS Anindhita,  SpOrt..

Tim KKI di Rumkit TNI AL dr. Slamet Lantamal VIII di Bitung (Foto : Humas KKI)

“Konsil Kedokteran Indonesia dalam mewujudkan kualitas/mutu praktik kedokteran maupun kedokteran gigi senantiasa mengutamakan komunikasi, kolaborasi dan integritas yang dijabarkan kedalam renstra Konsil Kedokteran Indonesia melalui visi, misi dan nilai. Selain itu  Dalam rangka peningkatan mutu dan profesionalisme Dokter dan Dokter Gigi dalam menjalankan praktik kedokteran, maka harus mengikuti perkembangan dan isu yang terkait dalam pelayanan kesehatan,” ungkap Wakil Ketua I  KKI.

“Dalam menjalankan praktik kedokteran baik di Fasyankes maupun praktik mandiri, setiap dokter dan dokter gigi harus mempunyai STR yang dikeluarkan oleh KKI dan SIP yang dikeluarkan oleh Pemda setempat. Hal ini sangat penting karena untuk melindungi masyarakat.  Untuk memudahkan dalam pengelolaan data STR dan SIP bagi dokter dan dokter gigi, perlu dilakukan interoperabilitas antara KKI dan Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Wakil Ketua KKI berharap  tidak ada lagi pelanggaran disiplin profesi yang dilakukan oleh dokter atau dokter gigi, “Karena kita tahu, dalam menjalankan praktik kedokteran tidak menutup kemungkinan terjadi sesuatu antara dokter dan pasien dalam menjalankan praktik kedokteran sehingga diperlukan adanya peningkatan mutu bagi dokter dan dokter gigi.” ujarnya.

Tim KKI di Universitas Samratulangi (Foto : Humas KKI)

“Apabila masih ada dokter atau dokter gigi yang diadukan ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), maka sesuai dengan tugas dan fungsinya MKDKI yang merupakan lembaga independen diberikan amanah sesuai Undang-Undang Praktik Kedokteran untuk dapat menegakkan disiplin ilmu kedokteran akan melakukan sidang profesi untuk dokter atau dokter gigi yang diadukan tersebut. Putusan MKDKI dapat berupa pencabutan STR apabila dokter atau dokter gigi tersebut dinyatakan melanggar disiplin profesi kedokteran yang berdampak pada pencabutan SIP-nya di tempat praktik,” tandasnya.

Perlu diketahui bahwasanya saat ini Konsil Kedokteran Indonesia sedang melakukan kerja sama interoperabilitas data STR dan SIP dengan Pemerintah Daerah yang dapat diakses dengan sistem secara elektronik, sehingga kedepan dokter dan dokter gigi yang praktik dapat diketahui penyebaran lokasinya dan tidak boleh lebih dari 3 (tiga) tempat sesuai dengan STR yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

“Pembinaan ini bertujuan untuk memberikan wawasan pada kita semua dalam menjalankan praktik kedokteran di Fasyankes khususnya di Manado ini untuk dapat meningkatkan mutu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara professional sehingga layanan yang diberikan aman dan tidak menjadi masalah baik itu etik, disiplin maupun hukum,” pungkas Wakil Ketua  KKI Laksda (Purn) drg. Andriani, Sp.Ort, FICD.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/kki-dan-kemendikbudristek-teken-mou-mutu-pendidikan-kedokteran/

https://www.jangkauan.com/konsil-kedokteran-indonesia-gelar-rakornas-tahun-2021/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments