Sabtu, 27 November 2021

Komisi IX DPR : Tidak Ada Muatan Politik Dalam Vaksin Nusantara

16 April 2021
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (Foto : Jaka/Man)

Jangkauan-Jakarta. Setelah munculnya polemik sejumlah orang yang bersedia menjadi relawan Vaksin Nusantara meskipun belum melalui proses uji klinis tahap II di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), anggota Komisi IX DPR , Saleh Partaonan Daulay memastikan tak ada aspek muatan politik dalam proses pengembangan Vaksin Nusantara tersebut.

Saleh mengaku dirinya sudah berdiskusi dengan para peneliti Vaksin Nusantara dan para relawan yang divaksin sehingga ia memutuskan bersedia untuk divaksin. 

“Kita berani jadi contoh untuk divaksin lebih awal. Saya melihat, para peneliti dan dokter-dokter yang bertugas semuanya ikhlas. Tidak ada muatan politik sedikit pun,” ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/4/2021) seperti dilansir dari sindonews.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/ternyata-pemberian-vaksin-nusantara-berbeda-dengan-sinovac/

https://www.jangkauan.com/anggota-dpr-jadi-relawan-vaksin-nusantara/

Ketua Fraksi PAN DPR ini melihat Vaksin Nusantara sangat potensial dikembangkan. Menurutnya, vaksin produk dalam negeri tersebut harus mendapat perhatian pemerintah seperti disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Indonesia harus mengutamakan produknya sendiri.

“Saya berharap kedaulatan dan kemandirian Indonesia dapat terjamin dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Saya yakin, momentum COVID-19 bisa menjadi pintu masuk,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, saat ini Indonesia masih mendapat embargo vaksin sehingga program vaksinasi di dalam negeri terganggu. Ia juga berharap BPOM memberi izin edar segera setelah penelitian vaksin ini rampung.

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/bpom-vaksin-nusantara-tidak-memenuhi-kaidah-klinis/

https://www.jangkauan.com/tim-peneliti-beberkan-keunggulan-vaksin-nusantara/

“Kita masih tergantung negara lain. Ketika diembargo, program vaksinasi kita langsung terganggu. Setidaknya, mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya. Di situ pentingnya kemandirian dan kedaulatan,” tutur dia.

Di samping itu, Saleh mengklaim Vaksin Nusantara produk dalam negeri ternyata sangat diminati. Dia menyebut vaksin ini diakui tanpa efek samping dan mampu meningkatkan imunitas. 

“Minat terhadap Vaksin Nusantara ini ternyata sangat tinggi. Terbukti dengan antrean panjang yang ada. Pihak RSPAD membatasi vaksinasi, karena mereka masih fokus pada studi dan penelitian yang dilaksanakan,” pungkasnya.

Lihat juga:

https://www.jangkauan.com/bulan-ramadhan-vaksinasi-jalan-terus/

https://www.jangkauan.com/aburizal-bakrie-disuntik-vaksin-nusantara/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments