Sabtu, 27 November 2021

KKB Papua Kian Mengganas, TNI Kirim Tambahan 450 Raiders

15 April 2021
Anti teror, salah satu kemampuan prajurit Raiders 613/Raja Alam (Foto : istimewa)

Jangkauan-Papua. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua benar-benar semakin mengganas dengan sejumlah aksi terornya yang semakin tak berperikemanusiaan. Kejadian terbaru, seorang sopir ojek bernama Udin ditembak mati KKB di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (14/3/2021).

Melihat keganasan KKB tersebut, TNI kembali mengirimkan pasukan untuk mendukung perkuatan satgas yang saat ini sudah tergelar yang terdiri dari beberapa unsur gabungan TNI-Polri dalam rangka menjaga keamanan bumi Papua terutama dari gangguan keamanan dan kejahatan yang dilakukan KKB.

Tambahan kekuatan ini terbukti dengan dikirimnya 450 prajurit  Yonif  Raider 613/Raja Alam untuk melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile Koops Pinang Sirih 2021 di Puncak Jaya Papua. Upacara pemberangkatan pasukan Raiders ini dipimpin langsung oleh  Pangdam VI/ Mulawarman  Mayjen TNI  Heri Wiranto di Mako Lantamal XIII Tarakan, Rabu (14/04/2021) sore.

Baca Juga :

https://www.jangkauan.com/4-program-pemerintah-untuk-pembangan-di-papua-dan-papua-barat/

https://www.jangkauan.com/pangdam-xviii-kasuari-tanah-papua-adalah-tanah-yang-diberkati/

Pangdam VI/Mulawaran Mayjen TNI Heri Wiranto berpesan kepada 450 prajurit Yonif Raider 613/Raja Alam agar saat bertugas, selalu meningkatkan kewaspadan di daerah operasi.”Selamat atas kepercayaan yang telah diberikan negara. Oleh karena itu, kepercayaan ini harus dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan dengan baik, penuh semangat dan kesungguhan serta dilandasi sikap disiplin yang tinggi,”ucapnya.

Mayjen TNI Heri Wiranto juga menyatakan, kondisi daerah perbatasan RI-Papua Nugini memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi, sehingga terkesan wilayah tersebut kurang kondusif. “Ini harus menjadi perhatian seluruh prajurit Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Raja Alam selama melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Mobile Koops Pinang Sirih di puncak Jaya Papua”, ungkapnya.

Baca Juga :

https://www.jangkauan.com/kkb-tembak-mati-sopir-ojek-di-distrik-omukia-papua/

Pangdam berpesan, menghadapi kondisi yang demikian, seluruh personel yang bertugas harus terus menerus siaga dan waspada. Dan selalu menumbuhkan naluri tempur dan intelijen pada diri masing-masing. Sehingga dapat membaca situasi dan responsif terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Setiap kegiatan harus direncanakan dengan baik dan selalu mengutamakan faktor keamanan dengan menerapkan body system sehingga tidak terjadi korban yang tidak diinginkan.

Ia membeberkan, bertugas di daerah perbatasan RI-Papua Nugini cukup berat. Selain dituntut untuk mengamankan wilayah dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, juga harus mampu mengamankan diri masing-masing dan harus mampu menyelesaikan tugas pokok satuan. Ia berharap kepada seluruh prajurit Satgas Pamtas Yonif 613/Raja Alam untuk selalu menjaga nama baik satuan.

“ Tunaikanlah tugas negara ini dengan penuh keyakinan, pusatkan perhatian kalian pada tugas-tugas yang akan segera kalian hadapi. Yakinlah bahwa kami semua turut mendoakan demi keberhasilan kalian. Hindari pelanggaran sekecil apapun untuk mencapai keberhasilan dalam mengharumkan nama baik dan Kehormatan Yonif Raider 613/Rja dan Kodam VI/Mulawarman,” Ujar Pangdam.

Seperti diketahui, Batalyon Infanteri Raider 613/Raja Alam lebih dikenal dengan Yonif Raider 613/Raja Alam adalah batalyon infanteri Raider di bawah Brigade Infanteri 24/ Bulungan Cakti, Kodam VI/ Mulawarman.  Batalyon ini bermarkas di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Lihat Juga :

https://www.jangkauan.com/masyarakat-papua-dan-papua-barat-dukung-dana-otsus-dilanjutkan/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments