Selasa, 19 Oktober 2021

Kemenristek Dukung Perangkat Tes Covid-19 Dengan Sampel Air Liur

26 March 2021
Ilustrasi tes Covid-19 dengan sampel air liur (Foto : Shutterstock)

Jangkauan-Jakarta. Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenistek/BRIN) memberi dukungan perangkat diagnostik Covid-19 dengan sampel air liur (saliva) di Indonesia.

Menristek Bambang PS Brodjonegoro mengatakan RT LAMP (Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification) Saliva bisa menjawab tantangan akan keterbatasan laboratorium yang mungkin tidak semua daerah bisa memiliki fasilitasi tersebut.

“RT LAMP Saliva ini sendiri harapannya bisa membuat masyarakat mau untuk diperiksa, nyaman, praktis, cepat dan ekonomis, selain tentunya tingkat akurasi tinggi,” kata Bambang melalui keterangan tertulis, Kamis (25/3) seperti dilansir dari ccnindonesia.

Tes diagnostik COVID-19 dengan sampel air liur ini menggunakan metode RT LAMP yang dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV-2.

Selain itu menurut Akterono D Budiyati, In Vitro Diagnostics (IVD) Division Research Manager Stem Cell and Cancer Institute menjelaskan tes RT LAMP dengan sampel saliva ini diklaim memiliki tingkat akurasi tinggi dengan sensitivitas 94 persen dan spesifisitas 98 persen.

“Kehadiran tes inovatif ini bisa menjadi pilihan yang sangat baik karena memiliki performa akurasi tinggi, dengan sensitivitas 94 persen dan spesifisitas 98 persen,” ujar Akterono.

Lebih lanjut ia menjelaskan cara pengambilan sampelnya yang hanya dari saliva (air liur), memberikan kenyamanan dan kepraktisan yang tidak pernah dibayangkan jika dibandingkan dengan tes COVID-19 lainnya.

Menurut Akterono Sampel saliva tidak membutuhkan alat khusus dan tidak menimbulkan resiko muntah ataupun hidung sensitif, dimana hal ini sangat memudahkan bagi anak-anak atau orang yang hipersensitif.

Kendati demikian Akterono mengatakan dibutuhkan tenaga laboratorium dengan kemampuan dasar teknis aseptik dan prinsip kerja di fasilitas molekuler, untuk menganalisis sampel air liur tersebut.

“Alat utama yang digunakan untuk reaksi RT LAMP adalah water bath (pemanas),” tuturnya.
Di samping itu Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady berharap dengan adanya tes deteksi Covid-19 RT LAMP Saliva ini dapat mendukung pemerintah dalam percepatan penanggulangan pandemi Covid-19.

“Tes pemeriksaan RT LAMP dengan sampel Saliva ini akan sangat bermanfaat membantu pemerintah melakukan tracing dan testing serta dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah-daerah dengan minim infrastruktur laboratorium pemeriksaan COVID-19, ujarnya.

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments