Sabtu, 16 Oktober 2021

Kemendikbud Buka Beasiswa ADik 19 April-14 Mei 2021

18 April 2021
Ilustrasi wisuda mahasiswi asal Papua (Foto : istimewa)

Jangkauan-Jakarta. Bagi para pelajar Papua dan Papua Barat, pelajar daerah khusus atau daerah 3 T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) serta pelajar dari anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI), telah dibuka kembali pendaftaran Beasiswa Afirmasi Pendidikan atau Adik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) membuka pendaftaran Beasiswa Adik  2021 dengan mendaftar di Dinas Pendidikan Kabupaten/kota pada 19 April sampai dengan 14 Mei 2021.

Dilansir dari laman Puslapdik Kemendikbud di puslapdik.kemdikbud.go.id, minggu (17/4), Pelajar SMA yang berminat mengikuti Beasiswa ADik dapat mengisi formulir.  Beasiswa ADik ini akan diperoleh pelajar yang lulus seleksi perguruan tinggi. Baik melalui SNMPTN, SBMPTN, SNMPN, SBMPN, dan jalur mandiri. Selain itu, pelajar juga bisa memperoleh Beasiswa ADik bila lolos seleksi ADik yang berbasis akademik dan non akademik.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/melalui-kip-pemerintah-dukung-beaya-kuliah-hingga-12-juta-per-semester/

https://www.jangkauan.com/jumat-ini-pendaftaran-sekolah-kedinasan-dibuka-alokasi-8-500-formasi/

Khusus untuk pelajar dari Papua dan Papua Barat, harus memilih perguruan tinggi yang berada di luar Papua dan Papua Barat. Sedangkan pelajar dari daerah 3 T dan anak TKI bisa mendaftar di perguruan tinggi di propinsinya. Namun bisa juga mendaftar di perguruan tinggi di luar provinsinya.

Dalam skema Beasiswa ADik ini, pelajar yang mendaftar di jenjang S1 dan D4, diberi kesempatan menempuh perkuliahan maksimal selama 8 semester dan yang memilih program D3 maksimal 6 semester.

Namun, untuk program profesi, seperti dokter umum, dokter gigi dan dokter hewan, penerima beasiswa diberi tambahan waktu 4 semester. Sedangkan untuk program profesi keperawatan, apoteker, dan guru, penerima beasiswa diberi tambahan waktu 2 semester.

Beasiswa ADik merupakan bantuan pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan dan keterjangkauan akses pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/sma-pradita-dirgantara-role-model-pendidikan-di-papua/

Untuk mahasiswa asal Papua dan Papua Barat, dilakukan dengan skema bantuan afirmasi secara penuh, baik dalam seleksi dan pembiayaan. Sedangkan untuk siswa asal daerah khusus (3T) dan anak TKI, mengikuti skema seleksi ADik, namun pembiayaan mengikuti skema KIP Kuliah.

Dengan skema tersebut, maka diharapkan mahasiswa yang diberikan bantuan beasiswa dari wilayah khusus dan anak TKI diprioritaskan berasal dari keluarga tidak mampu sesuai dengan syarat penerimaan KIP Kuliah.

Peserta ADik yang sudah mengikuti ADEM atau Afirmasi Pendidikan Menengah tetap harus melalui proses seleksi. Peserta ADik diajukan oleh pemerintah provinsi melalui dinas pendidikan kabupaten/ kota.

Dalam skema ADik ini, mahasiswa terpilih akan memperoleh bantuan biaya pendidikan yang dananya langsung dikirim ke perguruan tinggi. Mahasiswa juga akan memperoleh bantuan biaya hidup setiap bulannya selama menempuh pendidikan.

Khusus untuk mahasiswa asal Papua dan Papua Barat, juga diberikan bantuan berupa biaya transportasi keberangkatan dari daerah asal ke perguruan tinggi.

Bagi para pelajar di Papua dan Papua Barat, di daerah 3 T dan anak-anak TMI yang menginginkan informasi lebih lanjut mengenai beasiswa ini bisa berkunjung ke https://adik.kemdikbud.go.id/ .

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/dpr-kritik-pemerintah-pancasila-hilang-di-kurikulum-wajib-pt/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments