Sabtu, 27 November 2021

Jokowi Akan Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi

25 October 2021
Presiden Jokowi (Foto : ©Biro Pers Setpres)

Jangkauan-Jakarta. Presiden Jokowi dijadwalkan hadir dan turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan tingkat tinggi dalam beberapa hari mendatang. Jokowi tengah bersiap menuju Italia dan UEA.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan rangkaian pertemuan tersebut akan dimulai dengan Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT) ASEAN ke-38 dan 39 yang digelar pada 26-28 Oktober 2021.

“Ini adalah KTT pertama di bawah keketuaan Brunei Darussalam. KTT ke-38 akan diselenggarakan back to back dengan KTT ke-39 dan seluruh rangkaian acara akan dilakukan secara virtual,” kata Retno dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).

Setelahnya, Presiden diagendakan bertolak ke Roma, Italia, untuk menghadiri KTT Group of Twenty (G20) yang digelar pada 30-31 Oktober 2021. KTT G20 dinilai sangat penting bagi Indonesia yang akan menerima keketuaan G20 dari Italia untuk setahun ke depan.

“Serah terima akan dilakukan di hari kedua KTT, yaitu di tanggal 31 Oktober, sementara keketuaan Indonesia atau presidensi Indonesia sendiri akan dimulai 1 Desember 2021,” kata Retno.

Pada KTT G20 di Roma, Presiden Jokowi akan menyampaikan pandangan untuk tiga agenda utama yaitu ekonomi dan kesehatan global, perubahan iklim dan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/pertemuan-iaea-menlu-ri-serukan-nuklir-untuk-tujuan-damai/

Selain itu, Presiden juga diundang secara khusus untuk menjadi pembicara pada side event yang membahas upaya dan kebijakan untuk mendukung UMKM yang dimiliki oleh pebisnis perempuan.

KTT berikutnya yang akan dihadiri Jokowi adalah KTT Perubahan Iklim atau COP26 World Leaders Summit yang akan diselenggarakan pada 1-2 November 2021 di Glasgow. Dalam pertemuan yang akan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tersebut, diperkirakan 120 kepala negara dan kepala pemerintahan hadir, termasuk Presiden Jokowi, yang akan menyampaikan national statement dan pernyataan bersama negara-negara kepulauan dan pulau kecil yang tergabung di dalam Archipelagic and Island States (AIS) Forum.

“Pada COP26 nanti juga akan terdapat paviliun Indonesia yang dikelola oleh Kementerian LHK. Paviliun ini akan menunjukkan berbagai pencapaian dan peluang kerja sama yang ditawarkan Indonesia dalam penanganan perubahan iklim,” ucap Retno.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/indonesia-berikan-dukungan-200-ribu-dolar-as-untuk-penanganan-covid-19-di-myanmar/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments