Senin, 17 Januari 2022

Indonesia “Dijegal” untuk Juara di All England 2021

18 March 2021
Tempat perhelatan bulutangkis bergengsi All England di Birmingham Inggris (Foto:BWF.Oficial)

Jangkauan-Jakarta. Dalam perhelatan All England 2021 yang saat ini sedang berlangsung hingga 21 Maret mendatang di Birmingham, Inggris, dipastikan tidak ada nama Indonesia di daftar Juara. Pasalnya, seluruh tim baik pemain, pelatih dan oficial dipaksa mundur dari arena pertandingan karena terbentur protokol kesehatan yang telah ditetapkan di Inggris menghadapi pandemi virus Corona COVID-19. Indonesia merasa “dijegal” untuk Juara di All England tahun ini.

Wakil Indonesia terpaksa mundur dari ajang ini karena sempat berada satu pesawat dengan penumpang yang positif Covid-19. Sesuai dengan regulasi yang diberlakukan pemerintah Inggris, jika ada seorang penumpang yang berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif Covid-19, maka dirinya diharuskan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

Menyusul kejadian ini, netizen Indonesia segera menyerbu Instagram resmi BWF yang telah merilis pernyataan resmi terkait mundur kontingen Indonesia dari ajang All England 2021. Sejumlah postingan terbaru yang di unggah oleh akun resmi BWF langsung diserbu dengan berbagai komentar pedas yang ditulis oleh netizen.

Pemilik akun aldylareken menyebut panitia All England kali ini tidak bersikap adil, karena pemain Turki yang satu pesawat dengan kontingen Indonesia masih bisa bermain di kompetisi itu. “Masa pemain Turki yang satu pesawat bisa main, eh Indonesia disuruh Withdrawn…it’s not fair!! Dimana hati nurani kalian, 16 jam dengan persiapan yang matang di kecewakan dan dipatahkan seperti ini!! Kalau mau curang bilang bos, takut semua gelar diambil Indonesia!! iri bilang bos”, tulis pemilik akun aldylareken.

Dalam rilis resmi PBSI, Kamis pagi, 18 Maret 2021, Manajer Tim Indonesia Ricky Soebagdja telah memastikan Hendra Setiawan dan kawan-kawan harus mundur dari turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu. Tim Indonesia dipaksa mundur karena mendapat email dari Pemerintah Inggris yang menyatakan satu pesawat dengan orang positif Covid-19.

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/olahraga/kisruh-all-england-2021-presiden-jokowi-beri-arahan/

Dari 24 anggota tim Indonesia, yang mendapat email hanya 20 orang. Empat orang yang tidak mendapat email adalah atlet ganda putra Mohammad Ahsan, asisten pelatih tunggal putra Irwansyah, Kasubid Sport Science Iwan Hermawan, dan Masseur Gilang.

“Hal ini dikarenakan saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu, 13 Maret lalu, terdapat salah satu penumpang yang terkena covid-19. Namun, kami pun tidak diberitahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal orang yang positif tersebut,” kata peraih medali emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996 bersama Rexy Mainaky itu.

Sesuai dengan regulasi Pemerintah Inggris, maka tim Indonesia harus menjalani isolasi. “Sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang positif Covid-19, maka diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari,” ucap Ricky.

“Sehingga, tim Indonesia terpaksa mundur dan melakukan isolasi sampai 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Center, terhitung 10 hari sejak kedatangan tim ke Birmingham pada Sabtu lalu,” tambahnya.

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments