Sabtu, 16 Oktober 2021

Imbas 39 Ribu Orang Padati Ancol, Anis Tegur Keras Manajemen

16 May 2021
Kerumunan 39 orang di wisata Ancol yang mendapat kritikan warga (Foto : Istimewa)

Jangkauan-Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegur keras Manajemen Taman Impian Jaya Ancol usai kerumunan massa yang terjadi dan pengunjung kurang mematuhi protokol kesehatan saat liburan lebaran, Jumat (14/5).

Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali mengaku, menerima teguran keras dari Anies akibat konsentrasi wisatawan di Pantai Ancol, Jakarta Utara, selama libur lebaran dan mengevaluasi layanan.

“Ini (penutupan Ancol) merupakan tindak lanjut dari teguran Pak Gubernur. Diinstruksikan untuk langsung tutup pantai. Kami langsung bertindak sejalan dengan upaya Pemprov DKI untuk menekan potensi penyebaran COVID-19,” kata Sahir.

Sahir mengungkapkan, seluruh wahana dan lokasi objek wisata di kawasan Ancol akan ditutup mulai 16-17 Mei, kemudian beroperasi kembali pada Selasa (18/5) mendatang. Kapasitas Ancol mencapai 192.000 orang dan ketentuan Pemprov DKI selama masa liburan dengan jumlah kunjungan sebesar 30 persen.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/hasil-survei-capres-2024-anis-masih-ungguli-ganjar/

https://www.jangkauan.com/gubernur-baswedan-anda-berhasil-pengaruhi-pbb-dalam-waktu-2-menit/

Saat ditutup, Ancol akan melakukan beberapa penguatan protokol kesehatan, di antaranya penyemprotan disinfektan di seluruh area vital rekreasi (pantai, jalan, promenade, toilet, loket gerbang, tenant-tenant restoran, dan unit-unit rekreasi di dalamnya.

Unit rekreasi yang dimaksud antara lain seperti Dufan, Sea World Ancol, Ocean Dream Samudra, Atlantis Water Adventure, Allianz Ecopark, penambahan signage dan tali pembatas pelarangan berenang di area pantai, penambahan tali pembatas untuk social distancing di area promenade.

Para pengunjung yang telah melakukan pembelian tiket secara online dapat melakukan penjadwalan ulang kunjungan melalui https://reservasi.ancol.com/, yang berlaku sampai 31 Juli 2021.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut dan berharap, saat Ancol dibuka kembali, pengunjung dapat bersama-sama menjaga seluruh protokol kesehatan agar dapat dijalankan secara disiplin demi kesehatan bersama.” ujar Sahir.

Seperti diketahui pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) wisatawan yang mengunjungi Taman Impian Jaya Ancol mencapai 39 ribu orang. Kondisi tersebut membuat pihak manajemen Ancol memutuskan untuk tutup.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/pemerintah-perpanjang-ppkm-mikro-tahap-viii-18-31-mei-2021/

Situasi ini membuat kawasan Ancol menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Para warganet mengunggah kekhawatiran mereka akan terjadinya ledakan kasus Covid-19 lantaran kerumunan di Ancol.

Bahkan, tak sedikit dari mereka yang membandingkan keramaian di Ancol seperti ritual agama di Sungai Gangga, India yang menjadi pemicu ledakan kasus di negeri Bollywood beberapa waktu lalu.

Dalam sebuah unggahan seorang warganet, terlihat ada foto perbandingan situasi di Ancol dengan Sungai Gangga.

Beberapa waktu lalu, India memang merayakan festival mandi massal di Sungai Gangga atau kerap disebut Festival Kumbh Mela. Ribuan orang setidaknya mengikuti pagelaran tersebut tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Kini, kasus Covid-19 di India meledak dan angka kematian akibat virus yang bermula di Wuhan, China itu sudah mencapai lebih dari 250 ribu orang. Bahkan, ditemukan ribuan jenazah yang mengapung di mulut sungai Gangga.

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/presiden-kepala-daerah-harus-berani-berinovasi/

https://www.jangkauan.com/kemenristek-dorong-hilirisasi-riset-dan-inovasi-peduli-lingkungan/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments