Sabtu, 27 November 2021

HNW : KSI Hilangkan Peran NU, Malah Sebut Tokoh PKI

20 April 2021
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (Foto : Istimewa)

Jangkauan-Jakarta. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) turut memberikan komentarnya terkait isi Kamus Sejarah Indonesia (KSI) yang kontroversial karena tidak mengulas peran Tokoh pendiri NU yang juga Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari. Buku setebal 339 halaman terbitan Kemendikbud itu justru mengulas profil tokoh-tokoh komunis.

 “ Setelah hilangnya frasa Agama, Pendidikan Pancasila, sekarang muncul masalah baru dari Kemendikbud yg membuat Kamus Sejarah Indonesia, antara lain karena hilangkan peran KH Hasyim Asyari (Pahlawan Nasional, Pendiri NU), tapi malah sebut tokoh-tokoh PKI seperti Semaun, DN Aidit dll. Agar segera ditarik & direvisi ” demikian kata HNW dalam cuitan di akun twitternya @hnurwahid, Selasa (20/4/2021).

Baca juga : https://www.jangkauan.com/dpr-kritik-pemerintah-pancasila-hilang-di-kurikulum-wajib-pt/

https://www.jangkauan.com/polemik-hilangnya-pancasila-mendikbud-surati-presiden-jokowi/

Cuitan tersebut langsung mendapat respon dari warganet mulai retweet maupun komentar. Beberapa komentara antara lain, “ Bingung bingung ya kita pada teriak Pancasila eh kurikulum Pancasila dihapus dr  kurikulum pendidikan nasional teriak radikal radikul eh buku sejarah tokoh pejuang Indonesia ilang ganti sm tokoh PKI di sebut…bingung ga sih … “ kata akun @yaningwaylve. 

Demikian pula dengan @artono92 yang mengatakan , “Terang benderang semuanya, direncanakan dan disengaja. Proses dan hukum smua yg terlibat. Tidak ada ruang komunis tumbuh di Indonesia” katanya

” Bahaya sekarang setiap peraturan yg keluar dari pemerintah, kita harus mau capai2 meneliti lebih dalam, sudah terlalu sering keluar keputusan seperti diselipin yg kontroversial, tdk sengaja atau massif” kata @Moeldachlan, yang selanjutnya disambung, “Jgn hanya di revisi pak, mohon diproses secara hukum juga. Bagaikan mencoba riak air. Mau jadi apa negara ini pak ? Bagaimana anak dan cucu bangsa ini pak ? Siapa yg berani lantang ketidak benaran sedang terjadi” kata @JelataKedai.

Dilansir dari suara.com, Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tak memuat profil pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari. Namun, justru sejumlah nama tokoh komunis muncul dalam kamus yang diterbitkan oleh Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Baca Juga :

https://www.jangkauan.com/sekolah-tatap-muka-diakselerasi-dengan-vaksinasi-dan-bos/

https://www.jangkauan.com/jumat-ini-pendaftaran-sekolah-kedinasan-dibuka-alokasi-8-500-formasi/

Beberapa nama tokoh komunis diulas dalam kamus setebal 339 halaman itu. Profil Henk Sneevliet dapat ditemukan dalam kamus di halaman 87. Sneevliet adalah pendiri Indische Social-Democratische Vereniging (ISDV), organisasi beraliran kiri yang menjadi partai komunis pertama di Asia.

Selain itu, ada pula profil Darsono atau Raden Darsono Notosudirjo yang ditemukan pada halaman 51. Ia adalah tokoh Sarekat Islam (SI) yang pernah menjabat sebagai Ketua Partai Komunis Indonesia pada 1920-1925. Ada pula profil Semaoen ditemukan di halaman 262. Semaoen menjabat Ketua Partai Komunis Indonesia yang semula bernama ISDV. Ia juga dikelan sebagai aktivis komunis dan pimpinan aksi PKI 1926.

Selanjutnya ada profil Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit yang juga pernah menjabat sebagai ketua Partai Komunis Indonesia. Profil DN Aidit ditemukan pada Kamus Sejarah Indonesia halaman 58. DN Aidit membawa PKI sebagai partai terbesar keempat di Indonesia pada Pemilu 1955 dan partai komunis ke-3 terbesar di dunia setelah Rusia dan China.

Lihat Juga :

https://www.jangkauan.com/pemerintah-buka-sekolah-offline-mulai-juli-2021/

https://www.jangkauan.com/dpr-minta-kemendikbud-tarik-kamus-sejarah-indonesia/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments