Senin, 17 Januari 2022

Hasil Pemulihan Ekonomi : Pengangguran Berkurang 1,02 Juta Orang

26 May 2021
Ilustrasi para pencari kerja (Foto : Antara/ Umarul Farouq)

Jangkauan-Jakarta. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim momentum pemulihan ekonomi Indonesia mulai memberi hasil pada sektor ketenagakerjaan. Hal ini tercermin dari berkurangnya jumlah pengangguran sekitar 1,02 juta orang pada Februari 2021.

Ani, sapaan akrabnya, mencatat tingkat pengangguran Indonesia berada di angka 7,07 persen pada Agustus 2020. Tingkat itu setara dengan jumlah pengangguran mencapai 9,77 juta orang.

Tapi, per Februari 2021, tingkat pengangguran turun menjadi 6,26 persen. Hal ini membuat jumlah pengangguran ikut susut menjadi 8,75 juta orang.

“Artinya dengan momentum pemulihan sejak kuartal III dan kuartal IV lalu (2020), kemudian kuartal I (2021), meski belum positif, tapi kita mampu mengurangi pengangguran sebanyak 1,02 juta orang atau 0,81 persen. Ini sesuatu yang bagus,” ungkap Ani di konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2021, Selasa (25/5) seperti dilansir dari cnnindonesia.

Padahal, sambungnya, krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 sempat mengerek jumlah pengangguran di Indonesia. Pasalnya, pandemi membuat banyak perusahaan harus melakukan efisiensi, termasuk mengurangi jumlah karyawan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Covid pada tahun lalu membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaan atau tidak bisa bekerja yang disebabkan pendapatan mereka menurun,” tuturnya.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/perekonomian-indonesia-di-kuartal-ii-diharapkan-tumbuh-signifikan/

https://www.jangkauan.com/presiden-jokowi-rencana-kerja-2022-fokus-pemulihan-ekonomi/

Lebih lanjut, Ani berharap tingkat pengangguran ini bisa kembali turun pada kuartal II 2021. Apalagi tanda pemulihan ekonomi semakin meningkat pada kuartal tersebut.

Sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mencapai 7,1 persen hingga 8,3 persen di kuartal II 2021. Hal ini diungkapkannya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (24/5). “Proyeksi kita di Kementerian Keuangan di kuartal II antara 7,1 persen sampai 8,3 persen,” katanya.

Pertumbuhan ini didorong oleh pengeluaran yang berkontribusi besar terhadap PDB, seperti konsumsi rumah tangga yang diproyeksi 6 hingga 6,8 persen dan konsumsi pemerintah di 8,1 persen hingga 9,7 persen.

Investasi juga diharapkan tumbuh antara 9,4 hingga 11,1 persen, ekspor 14,9 sampai 19,7 persen dan impor 13 hingga 19,7 persen.

Lanjutnya, pertumbuhan ini dilandasi oleh beberapa hal, seperti indikator ekonomi dunia yang sudah membaik. PMI manufaktur global berada di level 55,8 dan di Indonesia berada di 54,6, lebih baik dibandingkan April di level 53,2.

“Untuk full years kami masih modest karena kuartal I masih terkoreksi karena Covid-19 meningkat. Kita harap kuartal III dan kuartal IV masih akan terealisasi,” ujarnya.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-minus-074-persen-di-kuartal-i-2021/

https://www.jangkauan.com/menko-airlangga-optimis-pen-terus-berlanjut-di-kuartal-ii-2021/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments