Sabtu, 16 Oktober 2021

Hari Bebas Gadget!, Seminggu Sekali, Mungkinkah?

17 May 2021
Ilustrasi Hari Bebas Gadget (Foto; Dok pribadi)

Bang Jangkau. Bagi setiap orang, yang hidup di jaman sekarang, dalam situasi tidak ada perang, gadget (salah satu contohnya smartphone) adalah barang yang harus menjadi pegangan di tangan. Mau tidur pegang gadget sehingga lupa berkumur, bangun tidur pegang gadget sehingga susah bangun dari kasur yang akhirnya kembali tertidur, dan masih banyak lagi daya tarik sang gadget yang membuat saya sendiri sulit untuk bertutur.

Itulah fenomena sebuah piranti lunak elektronik yang mampu menyihir hampir sebagian besar masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Dari pria dan wanita, yang kaya, yang kebetulan miskin maupun yang mengaku-ngaku miskin, yang mengaku orang kota, yang mengaku asli ndeso, yang tua, kakek-nenek, yang muda, remaja, ABG, bahkan anak-anak pun sudah familiar dengan namanya gadget, yang umumnya dalam wujud Ha-Pe pintar yang bukan saja dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi namun mampu dimanfaatkan untuk menjelajah dunia dengan kelebihan fitur internetnya.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/awak-kapal-selam-dididik-untuk-terima-tekanan/

https://www.jangkauan.com/viral-pemudik-menangis-antara-empati-dan-tuntutan-tugas-seorang-aparat/

Bagi saya pribadi, gadget atau sekarang yang saya miliki berupa sebuah benda kecil pipih warna hitam berukuran 7 x 15 cm yang ditutup sebuah layar 5 inchi, hanyalah sebuah alat bantu komunikasi dengan teman atau keluarga serta penunjang beberapa keperluan kebutuhan informasi sesaat. Tidak lebih dari itu, tidak kelewat batas seperti tergambar dalam majas epistrofora dalam kalimat awal di atas yang menggambarkan betapa sebuah gadget mampu mengintimidasi kehidupan manusia yang berakal, manusia yang jelas-jelas pintar tapi kenyataannya sebagian justru kalah pintar dengan alat yang dibuatnya sendiri.

Saya yakin, banyak orang se-tipe dengan saya, tidak menjadikan alat canggih tersebut sebagai bagian vital dalam kehidupannya. Akan tetapi kalau kita tengok di sekeliling kita, di lingkungan tempat tinggal, di masyarakat, di kantor, dan di tempat-tempat publik, keyakinan saya sedikit goyah, sudah mulai banyak, lagi-lagi karena terintimidasi oleh aplikasi-aplikasi menarik yang ditawarkan dalam lempengan gadget berbentuk kecil itu. Mulai dari tawaran game-game baru hingga aplikasi sejuta umat dengan label “medsos” seperti Whatsapp, Facebook, Instagram, Twitter, Line dan sejenisnya.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/awak-kapal-selam-dididik-untuk-terima-tekanan/

https://www.jangkauan.com/3-kali-tertipu-latihan-denjaka-part-1/

Belum lagi menjamurnya iming-iming menarik dari provider seluler yang katanya bila isi ini maka dapat bonus ini, bonus itu, nonton film gratis lah, youtube tanpa kuaota lah dan iming-iming lainnya yang pada akhirnya mengikat sang gadget untuk tidak lepas dari tangan sang pemiliknya, di mana dan kapan saja ia beraktifitas, hingga tertidur pun, sang gadget dipaksa harus selalu di sampingnya.

Sekarang, kita balik ke masalah judul di atas, apa manfaat dan keuntungan yang bisa kita dapatkan apabila kita berandai-andai, suatu saat pemerintah mengeluarkan kebijakan “gadget free day” atau Hri Bebas Gadget! dalam arti pada hari tertentu misalnya Sabtu atau minggu, dicanangkan hari untuk tidak menggunakan gadget terutama smartphone ditandai dengan “dimatikannya” untuk sementara seluruh jaringan seluler.

Sebagian orang pasti akan berpandangan “tidak mungkin!!! Semua aktifitas pasti akan lumpuh!! “ jawabannya betul, akan tetapi bila kita tengok ke belakang di jaman era 60-90 an, tanpa gadget canggih, semua aktifitas dapat berjalan normal termasuk aktifitas pemerintahan dan perekonomian!

Bila jawaban itu kurang memuaskan, pasti ada pula yang protes dari sisi lain misalnya dari sisi “kemanusiaan”, apakah “Hari Bebas Gadget! atau Gadget Free Day” termasuk pelanggaran privasi, pelanggaran terhadap kebebasan warga negara, orang per orang?  Jawabannya tergantung dari kesepakatan, dimulai dari diri kita sendiri, dengan menghitung untung dan ruginya.

Bagi saya pribadi dan juga mungkin banyak orang, lagi-lagi se-tipe dengan saya, apabila suatu saat pemerintah mengumumkan “ingat, besok pagi …. Hari Bebas Gadget!”, ini merupakan momen yang cukup menyenangkan, bisa berkumpul dengan teman-teman kantor tanpa terganggu dengan bunyi dering telepon, bisa ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman kampung, hingga yang lebih menyenangkan bisa bercengkerama dengan keluarga tanpa sekali-kali terganggu audio notifikasi Whatsapp, Facebook, Instagram, Twitter, Line dan sejenisnya. Semoga.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/awak-nanggala-dapat-kenaikan-pangkat-luar-biasa-simak-dasarnya/

https://www.jangkauan.com/armada-kapal-nato-pernah-dikelabui-cakra-saudara-kembar-nanggala/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments