Sabtu, 16 Oktober 2021

DPR Minta Aksi Dukung Mendukung Vaksin Nusantara Dihentikan

19 April 2021
Ilustrasi vaksin (Foto : istimewa)

Jangkauan-Jakarta.  Sehubungan dengan merebaknya aksi dukung mendukung terkait vaksin nusantara yang makin melebar di masyarakat, anggota Komisi IX DPR RI Saleh Pertaonan Daulay meminta semua pihak menghentikan aksi dukung-mendukung vaksin Nusantara tersebut .

Politikus PAN itu menganggap, selain tidak tepat, aksi dukung mendukung vaksin disampaikan oleh kalangan yang tak semuanya berlatar bekalang akademik kesehatan.

“Lagian, ini kan bukan pilkada atau pileg. Kalau pemilu tentu dibutuhkan dukungan. Semakin banyak yang dukung, semakin mudah untuk menang. Itu karena kebenarannya didasarkan atas suara terbanyak. Kalau vaksin, kebenarannya diukur secara akademik,” kata Saleh kepada wartawan, Senin (19/4/2021) seperti dilansir dari sindonews.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/ternyata-pemberian-vaksin-nusantara-berbeda-dengan-sinovac/

https://www.jangkauan.com/anggota-dpr-jadi-relawan-vaksin-nusantara/

Menurut Saleh, terkait adanya perbedaan pandangan antara para peneliti vaksin nusantara dengan pihak BPOM, sebaiknya diselesaikan dengan mediasi. Mediasi tersebut diperlukan agar peneliti dan BPOM bisa mengurai persoalan yang ada. Dengan begitu, tidak ada yang merasa ditinggalkan.

“Saya yakin, mediasi itu bisa dilakukan. Menkes diminta mengambil peran untuk memfasilitasi. Para peneliti dan BPOM tentu bisa duduk bersama dengan Menkes. Apalagi, dalam rapat terakhir di Komisi IX, usulan mediasi ini termasuk salah satu bagian dari kesimpulan rapat,” ujarnya.

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/bpom-vaksin-nusantara-tidak-memenuhi-kaidah-klinis/

https://www.jangkauan.com/tim-peneliti-beberkan-keunggulan-vaksin-nusantara/

“Menkes semestinya yang paling berkepentingan agar vaksin segera tersedia. Menurut Perpres 99/2020, menkes memiliki otoritas penuh terhadap pengadaan vaksin. Tentu termasuk dalam hal ini pengadaan vaksin nusantara atau vaksin merah putih,” kata Saleh.

Menurutnya, di tengah situasi embargo vaksin yang terjadi, masyarakat banyak berharap agar pemerintah dapat melakukan terobosan dan inovasi baru. Termasuk di antaranya memikirkan agar vaksin-vaksin dalam negeri dapat bermunculan.

“Setiap penelitian yang dilakukan, harus didukung secara bertanggung jawab. Kemenkes harus memastikan tidak ada penelitian yang dipersulit. Semua harus diperlakukan sama,” kata Ketua Fraksi PAN DPR RI itu.

Lihat juga:

https://www.jangkauan.com/bulan-ramadhan-vaksinasi-jalan-terus/

https://www.jangkauan.com/aburizal-bakrie-disuntik-vaksin-nusantara/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments