Minggu, 25 Juli 2021

Dibebaskan Marinir Indonesia dan AS, Dubes yang Disandera Selamat

15 June 2021
Suasana penyelamatan Dubes yang disandera teroris di Banyuwangi dalam latihan gabungan Marinir Indonesia dan AS (Foto: Dispen Kormar)

Jangkauan-Banyuwangi. Satu kelompok teroris berhasil menyandera Duta Besar Amerika untuk Indonesia Mr. Galih Broughman keturunan Indonesia. Penyanderaan dilakukan pagi hari di pantai Pancer, Banyuwangi, Jawa Timur, pada saat Dubes melakukan kunjungan kerja ke wilayah Banyuwangi, Selasa (15/06/2021).

Dengan adanya kejadian tersebut dan atas persetujuan kedua negara, prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL bekerjasama dengan prajurit United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit mendapat perintah dari Satuan Atas untuk membebaskan Duta Besar Amerika tersebut dari kelompok Teroris.

Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dibawah pimpinan Lettu Marinir Adzami Patriot  membuat perencanaan untuk pembebasan sandera dengan prajurit United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit yang dipimpin oleh Captain Nicholas Paparella di Posko yang berada di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 7 Lampon, Banyuwangi, untuk melaksanakan tugas tersebut melalui darat dan udara dengan menggunakan pesawat Heli Bell-412/HU-4206.

Heli Bell-412/HU-4206 Puspenerbal ikut mendukung operasi pembebasan sandera (Foto: Dispen Kormar)

Sempat terjadi baku tembak dengan kelompok Teroris saat prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dan prajurit United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit mendekati markasnya yang berada di Pancer.

Dengan kemampuannya sebagai pasukan khusus, prajurit Marinir kedua Negara tersebut berhasil melumpuhkan anggota kelompok Teroris tersebut dan berhasil membebaskan Duta Besar Amerika yang di sandera.

Selanjutnya sandera diamankan dengan menggunakan teknik Suspention Tactical Airbourne Operations (STABO) menggunakan Heli Bell-412/HU-4206 milik Skuadron 400 Wing Udara 2 Puspenerbal Surabaya dengan pilot Mayor Laut (P) Hadi dan Copilot Letda Laut (P) Dito.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/agar-tetap-bertahan-hidup-marinir-indonesia-dan-amerika-makan-ular/

https://www.jangkauan.com/marinir-indonesia-dan-amerika-taklukan-gelombang-besar-pantai-lampon/

Kejadian tersebut merupakan skenario latihan berganda (full mission profile) yang merupakan materi puncak dalam Latihan Bersama Marinir Indonesia dan Marinir Amerika dengan sandi Reconex 21-II yang dimulai sejak tanggal 3 Juni 2021.

Proses penyelamatan sandera oleh pasukan khusus Marinir TNI AL dan USMC (Foto : Dispen Kormar)

Latihan full mission profile merupakan gabungan dari materi yang dilatihkan dalam Reconex 21-II yaitu menembus gelombang, long range navigation, renang rintis, konfirmasi pantai pendaratan, Jungle Patrol, Close Quarter Battle (CQB), Fastrope, STABO, menembak dan Survival.

Kegiatan tersebut disaksikan secara langsung oleh Dansatgaslat Letkol Marinir Supriyono, Paopslat Lettu Marinir Eko, S.S., Putra, Mayor Marinir Venny Woaten dan Lettu Marinir Ahmad Ilyas selaku penilai dan anggota Posal Pancer.

Latma Reconex 21-II merupakan serial pertama antara Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama USMC yang melibatkan satuan Intai Amfibi Marinir dengan Reconnaissance Unit dengan materi mengenai operasi intai amfibi.

Latihan bersama ini dibagi menjadi dua tingkat yaitu Reconex 21-I Team Level yang dilaksanakan di Camp Pendelton Amerika Serikat dan Reconex 21-II Platoon Level yang dilaksanakan di Puslatpurmar 5 Baluran Karang Tekok, Situbondo dan Puslatpurmar 7 Lampon, Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/marinir-indonesia-dan-amerika-berlatih-perang-kota-di-situbondo/

https://www.jangkauan.com/prajurit-yontaifib-2-marinir-perdalam-kemampuan-fastrope-dan-stabo/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments