Selasa, 19 Oktober 2021

Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

28 March 2021
Aparat Kepolisian masih berjaga di depan gereja Katedral Makassar usai ledakan bom bunuh diri (Foto: AFP/Indra Abriyanto)

Jangkauan-Makassar. Sebuah ledakan besar terjadi di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 10.28 WITA. Asal ledakan yang mengagetkan warga tersebut diduga bom bunuh diri.

Dari rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak detik-detik sebelum ledakan terjadi pukul 10.28 Wita, Minggu (28/3/2021), terlihat 2 mobil terparkir di depan gereja yang beralamat di Jalan Kajaolalido itu.

Sedangkan di trotoar terlihat sekitar 4 orang yang berjalan. Setelah itu, tampak 1 unit mobil warna putih melintas dan sedetik kemudian ledakan terjadi yang belum diketahui sumbernya dari mana. Kemudian asap putih membubung tinggi.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan ada 14 korban dari insiden ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Jadi ada 14 korban, artinya yang sekarang masih dalam perawatan ditangani dokter, dan mudah-mudahan segera bisa kembali,” kata Argo dalam konferensi pers, Ahad, 28 Maret 2021.

Jenderal Argo mengatakan, korban merupakan pihak keamanan gereja dan jemaah. Sebanyak 3 orang dibawa ke RS Stella Maris, Makassar. Mereka rata-rata mengalami luka di bagian leher, dada, muka, tangan, dan kaki.

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/presiden-jokowi-ajak-masyarakat-perangi-terorisme/
https://www.jangkauan.com/panglima-tni-dan-kapolri-jenguk-korban-bom-makassar/

Kemudian tujuh orang dibawa ke RS Akademis karena terkena serpihan dari ledakan di kaki, betis, paha. Empat orang lainnya dirawat di RS Pelamonia akibat serpihan yang mengenai kepala, mata, kaki, dan bagian wajah.

Adapun yang meninggal dunia ada dua orang yang diduga pelaku bom Gereja Katedral Makassar. Dua orang pelaku bom bunuh diri tersebut mulanya berboncengan dengan motor matic.

Dari informasi yang diterima, Argo mengatakan bahwa dua orang tersebut hendak masuk ke pelataran gereja namun dicegah oleh security. “Dari 2 orang tadi dicegah oleh security gereja, dan kemudian terjadi ledakan itu,” ujarnya.

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/polri-sebut-terduga-bom-bunuh-diri-gereja-katedral-adalah-pasutri/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments