Sabtu, 19 Juni 2021

BNPB Antisipasi Ancaman Gempa M8,7 di Selatan Jatim

10 June 2021
Papan peringatan bahaya tsunami (Foto: Antara/ Basri Marzuki)

Jangkauan-Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) telah melakukan penguatan kelembagaan BPBD, baik provinsi, kabupaten dan kota di Jawa Timur. Penguatan ini menindaklanjuti hasil kajian dan pemodelan potensi bahaya gempa bumi M8,7 yang dilakukan BMKG.

Plt Deputi Bidang Pencegahan BNPB Harmensyah mengatakan, pencegahan bencana harus dioptimalkan untuk meniadakan korban jiwa dan mengurangi kerugian yang mungkin timbul. Melihat aktivitas kegempaan di Jawa Timur selama periode 2008-2020, Harmensyah mengatakan terdapat loncatan aktivitas kegempaan 5 tahun terakhir.

“Gempa bumi cenderung meningkat sehingga upaya mitigasi dan pencegahan perlu ditingkatkan,” ujar Harmensyah dalam keterangan yang diterima, Rabu (9/6/2021) seperti dilansir dari sindonews.

Harmensyah juga menyampaikan beberapa langkah yang perlu dipersiapkan BPBD. Dia mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan sosialisasi dan komunikasi risiko kepada masyarakat. Berikutnya, BPBD memastikan jalur dan titik evakuasi tersedia dan aman, serta infrastruktur peringatan dini bekerja dengan baik.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/bmkg-prediksi-gempa-m89-dan-tsunami-29-meter-di-jatim/

https://www.jangkauan.com/gempa-bumi-sulbar-kementerian-pupr-rehab-52-gedung/

Dia mengingatkan BPBD untuk melihat kembali rencana kontinjensi daerah terkait bahaya gempa bumi dan tsunami. Tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan keterampilan masyarakat melalui gladi dan simulasi. “Kelembagaan penanganan darurat yang terencana serta pengembangan kapasitas destana yang terukur,” katanya.

Masih terkait dengan upaya menghadapi bahaya gempa dan tsunami, Harmensyah menyampaikan mengenai investasi pengurangan risiko bencana tsunami melalui mitigasi berbasis ekosistem. Langkah ini dapat dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Mitigasi ekosistem merupakan upaya penanaman vegetasi untuk mereduksi dampak tsunami di wilayah pesisir.

Sebelumnya Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mempredikisi akan munculnya gempa dengan kekuatan 8,9 Magnitudo, dan Tsunami dengan tinggi 29 meter di Jawa Timur. Prediksi ini muncul setelah BMKG melakukan pemodelan matematika, untuk mengukur potensi besaran gempa dan ketinggian tsunami di wilayah tersebut.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua BMKG, Dwikorita Karnawati dalam webminar bertajuk Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur. “Berdasarkan sejarah dan data-data yang terekam sampai hari ini, kami menyusun simulasi dan pemodelan secara matematis potensi tsunami di Jawa Timur,” kata Dwikorita dilansir dari okezone Selasa (1/6/2021).

Dari hasil pemodelan itu ditemukan fakta mengenai tsunami bahwa di wilayah Jawa Timur. Potensi tinggi maksimum tsunami pada seluruh pesisir, ada di Kabupaten Trenggalek dengan kisaran 26-29 meter. Sedangkan, untuk waktu tercepat, tercatat diangka 20-24 menit pada Kabupaten Blitar.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/gempa-jatim-presiden-perintahkan-lakukan-tanggap-darurat/

https://www.jangkauan.com/imbas-39-ribu-orang-padati-ancol-anis-tegur-keras-manajemen/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments