Selasa, 19 Oktober 2021

Beaya Haji 2021 Diproyeksikan Rp 44,39 Juta Per Jamaah

6 April 2021
Pelaksanaan haji dan umroh di masa pandemi yang menerapkan prokes yang ketat (Foto : AFP)

Jangkauan-Jakarta. Beaya ibadah haji 2021 diproyeksikan naik menjadi Rp44,39 juta dari sebelumnya Rp. 35,24 juta per jamaah atau naik sekitar 26%. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Anggito menuturkan, rencana kenaikan itu jika berdasarkan perhitungan yang sudah dikaji yakni nonsubsidi menjadi Rp. 44,39 juta per jamaah dibanding sebelumnya Rp. 35,24 juta per jamaah. Sementara untuk subsidi menjadi Rp43,11 juta per jamaah dibanding sebelumnya Rp33,94 juta per jamaah. “Jadi ada kenaikan Rp9,1 juta. Ini udah dibahas di FGD (forum group discussion),” ungkap Anggito seperti dilansir dari Sindonews.

Beberapa hal yang membuat adanya kenaikan biaya ibadah haji seperti pelemahan kurs rupiah, lalu biaya penerbangan yang naik hingga akomodasi. Saat ini kurs rupiah sekitar Rp 14.500 per dolar AS, tapi asumsi Kementerian Agama masih dalam batas Rp 14.200 per dolar AS.  

“ Komponen Rp 9,1 juta, rencana kenaikan biaya haji paling banyak di program kesehatan yakni Rp 6,6 juta, ada kenaikan dari tahun lalu. Kemudian ada kurs Rp1,4 juta per orang dan kemudian biaya hotel katering dan akomodasi kenaikan Rp1 juta per orang” ungkapnya.

Kendati begitu, Anggito menegaskan, rencana kenaikan ini masih dapat berubah sewaktu-waktu. “Pertama kita menggunakan angka basis yang sudah kami ketahui dari Kemenag 25% dengan prokes jadi 50.000, sekarang bergerak lagi menyesuaikan. BPIH sekali lagi masih confidential,” pungkas dia

Sementara itu, Anggota Badan Pelaksana Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko BPKH, Acep Riana Jayaprawira mengungkapkan, kenaikan biaya ini sesuai dengan diskusi bersama Kemenag pada 26 Maret lalu, dengan asumsi kuota haji tahun ini hanya 25 persen.

Ia juga bilang dalam prosesnya kenaikan biaya haji ini tidak dibebankan kepada jemaah, melainkan tercover dengan nilai manfaat valuta asing tahun 2020 sekitar Rp 1,7 juta per jemaah, dan nilai manfaat tahun berjalan sekitar Rp 7,46 juta per jemaah. “Sekali lagi kenaikan BPIH ini tidak dibebankan kepada jemaah,” katanya seperti dilansir dari kumparan.

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments