Minggu, 16 Januari 2022

Bang Jangkau : Prajurit Rendahan Yang Mengguncangkan Dunia

8 April 2021

Bang Jangkau. Dalam literatur sejarah dunia, ternyata untuk menjadi penguasa pemerintahan sipil sekelas Perdana Menteri, Presiden, Ketua Partai dan jabatan-jabatan strategis lainnya di pemerintahan maupun politik, bukan monopoli tentara sekelas Jenderal.

Sejarah mencatat,  seorang militer berpangkat Sersan bahkan Kopral pun ternyata pernah menduduki jabatan-jabatan tersebut, bahkan sebagian di antaranya pernah mengguncangkan dunia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah contoh pertama. Pemimpin Israel yang kerap dipanggil Bibi ini adalah seorang letnan di pasukan khusus Israel, Sayaret Matkal. Namun, belum juga jadi Mayor apalagi Jenderal, Bibi keluar dan jadi politikus sipil. Selanjutnya ada pula Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris di masa Perang Dunia II, pernah jadi Letnan di Angkatan Darat Inggris dalam Perang Boer di Afrika.

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/belajar-dari-kang-darmo/

https://www.jangkauan.com/bom-bunuh-diri-itu-apa/

Di Kuba, muncul nama Sersan Batista yang menggemparkan dunia saat itu. Sang Sersan ini masuk militer karena tidak mau terus miskin. Ketika masih berpangkat sersan, antara tanggal 4-5 September 1933, bersama sersan dan serdadu lain bergerak dalam Sergeants’ Revolt (Pemberontakan Sersan) atau Revolusi Kuba 1933.

Setelahnya, Batista pun jadi orang yang berpengaruh di Kuba. Namun, ia tidak langsung mengambil alih kursi kepresidenan. Dengan dukungan Pemerintah Amerika Serikat, Batista menjadikan dirinya orang kuat di Kuba. Dari 1934 hingga 1940 dia (hanya) menjabat Kepala Angkatan Perang sementara itu orang-orang sipil silih berganti menduduki kursi kepresidenan.

Di Amerika Latin kontemporer, bekas serdadu rendahan yang sukses jadi negarawan tanpa harus kudeta adalah Evo Morales. Menurut Andrew Canessa, dalam Race, Sex, and History in the Small Spaces of Andean Life (2012:221), Evo pernah berdinas sebentar dekade 1970an hingga awal 1980an sebagai polisi militer dengan pangkat prajurit rendahan.

Dari Italia ada pula nama Perdana Menteri Benito Musolini yang jadi orang paling berpengaruh di Italia sejak 1922. Menurut Robert T. Elson dalam buku Menjelang Perang (1986:84), terjemahan dari Prelude to War terbitan Time-Life Books, Benito Amilcar Andrea Musolini (1881-1943) masuk tentara dan ditugaskan di front Alpen, dengan pangkatnya tak lebih dari sersan.

Setelah keluar dari militer dengan pangkat kopral, Musolini melanjutkan hidup dengan mendirikan surat kabar Il Popolo. Tentu saja koran itu dipergunakan untuk kepentingan politiknya. Meski awalnya tak begitu baik pada 1920, kaum fasis Italia pimpinan Musolini bisa bersinar setahun kemudian, pada 1921 dan selanjutnya menjadi orang paling berkuasa di Italia.

Lihat Juga : https://www.jangkauan.com/cerita-lucu-usia-perkawinan/

https://www.jangkauan.com/amin-di-spbu-beda-kelamin/

Prajurit rendahan lain yang menjadi pemimpin sebuah negara bahkan mampu mengguncangkan dunia adalah Adolf Hitler yang ternyata sebelum terjun ke dunia politik ia adalah seorang militer dengan pangkat Kopral.

Menurut John Frank Williams dalam Corporal Hitler and the Great War 1914-1918: The List Regiment (2005:63), Hitler ditempatkan di kompi infanteri dan menjadi kurir. Kemudian dipromosikan menjadi kopral dan menerima Iron Cross. Namun, selesai PD I, Hitler termasuk dalam golongan tentara-tentara yang kalah perang.  

Selepas perang, barulah Hitler mengambil jalur yang lain. Ia mulai merintis jalur baru di dunia politik. Hitler berjuang sebagai politikus sipil yang harus turun ke jalan untuk berkuasa. Hitler yang pemalu itu bergabung dengan Partai Buruh Jerman.

Tak hanya memperlihatkan diri sebagai organisatoris, karena bakat terpendamnya memang terletak dalam kemampuan yang sangat berguna dalam propaganda yaitu berpidato. Setelah memimpin Partai Buruh, ia mengubah partai tersebut menjadi Partai Buruh Jerman Nasionalis Sosialis yang dikenal sebagai Nationalsozialistche Deutche Arbeiterspartei, yang dikenal sebagai NAZI. Lewat kendaraan NAZI inilah “Kopral” Adolf Hitler menjadi penguasa nomor satu Jerman yang sanggup mengguncangkan dunia dalam PD I.

Lihat Juga : https://www.jangkauan.com/buku-raport-dan-guyonan-si-boy/

https://www.jangkauan.com/tidak-menggigit-dan-pelajaran-berhitung/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments