Selasa, 19 Oktober 2021

Bang Jangkau : Guyonan Larangan Mudik

17 April 2021

Bang Jangkau. Beberapa pekan belakangan ini, ada spanduk gede yang terpasang di loket2 bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Di salah satu pojok pagar, Isinya ada yang berkata “ Tunda Mudik, Cegah Penyebaran Covid-19!” . Sedangkan di pojok kanan terminal, ada juga yang membuat spanduk besar dengan tulisan, “ Stop Mudik, Nikmat membawa sengsara!”.

Saat itu ada beberapa petugas yang sedang memasang spanduk besar panjang berukuran 2 kali 10 meter yang isinya menyatakan adanya larangan mudik tanggal 6 Mei ke atas. Ada judul menarik dari spanduknya.. “Demi Indonesia Yang Sehat, Mudik Dilarang 6-17 Mei 2021!!”. 

Baca Juga :

https://www.jangkauan.com/meski-dilarang-27-juta-warga-tetap-nekat-mau-mudik/

https://www.jangkauan.com/larangan-mudik-2021-sebelas-persen-ngotot-ingin-mudik/

Jupri, salah seorang supir bus AKAP mendekati petugas yang akan memasang spanduk itu.

Jupri : Emangnya dibawah tanggal 6 Mei, virus corona pada kemana pak?
Petugas : Maksudnya?
Jupri : Kok tanggal 6 keatas aja yang dilarang? Apa sudah ada MoU antara pemerintah dan virus corona, agar menularkan virus tanggal 6 keatas aja?
Petugas: ???!! (bengong, temen sampingnya langsung ketawa ngakak, rasain lu)
Jupri : Atau jangan2 bisa jadi Virusnya lagi mudik pak. Tanggal 6 dia masuk kerja, selagi dia mudik maka kita boleh mudik juga. Tapi pas dia udah masuk kerja, itu bahaya. Kan si virus kerja pake target..”,
Petugas : ??? (ketawa, sambil tetap memasang spanduk tersebut)
Jupri : …. (ngacir)

Lihat Juga :

https://www.jangkauan.com/pemerintah-putuskan-larang-mudik-lebaran-2021/

Alasan Dibalik Larangan Mudik

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) drg. Agus Suprapto mengungkapkan alasan di balik diberlakukannya larangan mudik lebaran pada 6–17 Mei 2021.  

Ia mengatakan bahwa hampir pada setiap libur panjang selalu terjadi kenaikan kasus maupun kematian akibat terpapar Covid-19. Menurut Agus, pada liburan panjang libur Idul Fitri 2020, Agustus 2020, Oktober 2020, dan libur Natal dan Tahun Baru, terjadi kenaikan siginifikan kasus Covid-19 dari 37–93 persen.

Sementara persentase kenaikan kematiannya mencapai 6-75 persen dengan jeda waktu kenaikan kasus berkisar 10-14 hari setelah libur panjang. Sementara dampak kasus baru akan terlihat minimal dalam 3 pekan ke depan.

Diakui Deputi 3 PMK itu, jika jumlah dan persentase kasus aktif di tingkat nasional saat ini terus mengalami penurunan. Namun ia mengingatkan, bahwa persentase kematian Covid-19 masih bertahan lebih dari 2,7 persen atau di atas angka kematian global 2,16 persen

Berdasarkan alasan itulah, dan untuk mengendalikan penyebaran kasus Covid-19, pemerintah mengambil kebijakan untuk melarang mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H, yang berlaku selama 12 hari yaitu pada 6–17 Mei 2021.

#Demi Indonesia Sehat, Kita Dukung Kebijakan Larangan Mudik#

Baca Juga :

https://www.jangkauan.com/belajar-dari-kang-darmo/

https://www.jangkauan.com/bang-jangkau-prajurit-rendahan-yang-mengguncangkan-dunia/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments