Selasa, 19 Oktober 2021

Bahaya, Data 279 Juta WNI Bocor, Dijual di Forum Peretas!

22 May 2021
Ilustrasi hacker yang sedang meretas data (Foto: Shutterstock)

Jangkauan-Jakarta. Data 279 WNI bocor dan diperjualbelikan di forum peretas.  Informasi ini berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang pertama kali mengungkap kebocoran data tersebut.

Data bocor itu meliputi informasi yang cukup lengkap dari para penduduk Indonesia meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan jumlah gaji juga termasuk di dalamnya. Dugaan kebocoran mengemuka ketika ratusan juta data tersebut dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi bakal memanggil Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, terkait dugaan bocornya data 279 juta warga negara Indonesia (WNI). Pemanggilan itu rencana dilakukan pada Senin, 24 Mei 2021.

“Saya panggil klarifikasi Senin Dirut BPJS Kesehatan,” kata Slamet kepada awak media, Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Baca juga : https://www.jangkauan.com/facebook-tidak-berencana-memberitahukan-kebocoran-data/

https://www.jangkauan.com/setengah-milyar-data-pengguna-facebook-dilaporkan-bocor/

Slamet menyebut, pihak Dit Siber Bareskrim Polri akan melakukan konfirmasi kepada Dirut BPJS Kesehatan terkait dengan teknis pengoperasian data di lembaga itu.

“Konfirmasi, siapa yang mengoperasikan data lanjut digital forensik,” ujar Slamet.

Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Sejauh ini belum diketahui data bocor ini berasal dari instansi mana. Namun, berdasarkan unggahan yang bagikan @nuicemedia, dugaan menyebutkan data yang bocor tersebut dari BPJS Kesehatan.

Untuk membuktikan kebenaran data dari 279 juta, si pengunggah data bahkan memberikan sampel berisi 1 juta data penduduk Indonesia. Sampel tersebut diunggah ke laman berbagi file bayfiles, anonfiles, dan mega.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditipidsiber) Bareskrim Polri membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/tes-kebisingan-nasa-segera-uji-coba-pesawat-supersonic-x-59/

https://www.jangkauan.com/seorang-remaja-membuat-simulator-jet-tempur-dengan-beaya-us2-000/

“Sehingga tugas Siber Polri selain mengusut tuntas penyelewengan data, juga harus terus memberi edukasi kepada masyarakat. Kalau perlu, Siber Polri bentuk pasukan khusus, karena data ini hal yang sangat sensitif” kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (21/5).

Dia berkata, fenomena kebocoran data sangat mengkhawatirkan karena memungkinkan informasi sensitif dan penting warga Indonesia jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut akan sangat berbahaya dan merugikan negara jika disalahgunakan.

Sahroni menilai, seringnya fenomena kebocoran data pribadi menunjukkan bahwa otoritas maupun publik di Indonesia belum serius melindungi data penduduk.

“Isu kebocoran data pribadi penduduk ini bukan yang pertama kalinya. Kemarin sudah sempat juga ada isu jual data pasien Covid-19 di Indonesia,” tutur Sahroni.

“Hal ini menunjukan bahwa Indonesia belum serius untuk melindungi data pribadi, berbeda dengan negara-negara lain yang justru sangat serius memikirkan perlindungan data pribadi warganya. Hal ini juga dikarenakan kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap keamanan data pribadinya,” imbuh dia lagi.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dalam kesempatan berbeda menyatakan telah membentuk tim khusus di bawah Dirtipidsiber untuk mengusut perkara ini hingga tuntas.

“Sedang dipersiapkan mindik [administrasi penyidikan] untuk legalitas pelaksanaan anggota di lapangan. Saat ini dari Kominfo, Kependudukan dan BPJS sedang mendalami hal kebocoran tersebut,” ucap Agus.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/drone-militer-akan-digunakan-di-pon-papua/

https://www.jangkauan.com/selimut-api-teknologi-baru-atasi-kebakaran-mobil/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments